EkonomiPemerintahan

Gandeng Swasta, Kemenhub RI dan Pemprov DKI Resmikan JPM Dukuh Atas

×

Gandeng Swasta, Kemenhub RI dan Pemprov DKI Resmikan JPM Dukuh Atas

Sebarkan artikel ini
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Penjabat (Pj) Heru Budi Hartono, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi dan Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat saat meresmikan Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2023). (Foto : Pierre Ombuh/TN)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI beserta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meresmikan Jembatan Penyebrangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas, di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2023).

Peresmian JPM Dukuh Atas ini turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Penjabat (Pj) Heru Budi Hartono, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi dan Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.

Adapun pembangunan tersebut berdasarkan instruksi Kemenhub pada 7 Januari 2021 lalu kepada MRT Jakarta dan PT KAI. Setelah itu, ditugaskan lebih lanjut kepada PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek.

4412
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Tuhiyat mengatakan, JPM Dukuh Atas ini tidak menggunakan APBD Jakarta ataupun dari APBN. Proyek pembangunan jembatan tersebut murni memakai uang dari pihak swasta.

“Kita melakukan kerja sama dengan pihak swasta sehingga terbangun jembatan yang akan dimanfaatkan untuk mobilitas masyarakat pengguna transportasi,” kata Tuhiyat saat membuka acara peresmian JPM Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2023).

Lebih lanjut, Tuhiyat menerangkan, JPM Duku Atas telah dibangun sejak 2021, dengan memiliki luas 2.350 meter. Lalu, memiliki panjang dari LRT Jabodebek sampai stasiun KAI Sudirman itu mencapai 230 meter.

Oleh karena itu, dengan hadirnya jembatan integrasi ini mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perpindahan antar moda transportasi.

“Untuk kenyamanan pengguna kami berkomitmen untuk menyiapkan fasilitas inklusif seperti jalur pejalan kaki, jalur sepeda, eskalator, ruang retail dan ruang komersil untuk membiayai pembangunan jembatan ini,” tutupnya.

Sebagai informasi, JPM Duku Atas ini terintegrasi pada lima moda transportasi Ibu Kota yakni KAI Bandara, KAI Commuter, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan TransJakarta.