Percepat Pembangunan, Pj. Gubernur Papua Barat Daya Minta Kabupaten/Kota Ramah Investasi

Pj. Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa'ad. (Foto:Mega/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Daya, Muhamaad Musa’ad minta jajarannya agar mampu menarik minat investor masuk ke Papua Barat Daya.

434
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

Pemilihan Umum Gubernur Papua Barat Daya 2024 (selanjutnya disebut Pilgub Papua Barat Daya 2024), untuk memilih calon yang digadang-gadang menuju Kursi Gubernur Papua Barat Daya periode 2024-2029 yang layak bagi Anda.  Dan kami teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon Anda kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Hal itu disampaikan Musa’ad usai membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten/Kota Se- Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (3/8/2023) di Rylich Panorama Hotal Kota Sorong.

‘’Harus ada duta ramah investasi, karena harus menarik investor masuk ke berbagai daerah. Lewat Rakornis ini bagaimana kita memetakan potensi yang ada, agar investasi ini semakin meluas di Papua Barat Daya. Tapi, investasi itu harus berkeadilan dan inklusif, sehingga tidak menjadi eksklusif atau hanya bermanfaat untuk orang-orang tertentu,’’jelasnya.

Oleh karena itu, Musa’ad minta jajarannya harus ramah dengan investasi dan tidak menutup diri. Sebab dana yang ada di APBD-APBD sudah sangat terbatas.

‘’2,5 sampai 3 triliun itu kecil untuk percepatan pembangunan. Jadi kita butuh investasi, sehingga dengan begitu akan banyak nanti modal yang masuk ke sini, sehingga ada perputaran yang terjadi di sini dan itu akan memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat,’’ujarnya.

Musa’ad berharap, lewat Rakornis ini, Kabupaten/Kota se-Papua Barat Daya harus dapat memetakan potensi apa yang dimiliki sehingga dapat menarik minat para investor.

‘’Petakan betul potensi kita, kalau perlu sampai di titik koordinatnya. Karena percuma bilang kita kaya tapi kita tida bisa menunjukkan apa kekayaan kita sebenarnya. Jadi masing-masing kota/kabupaten harus segera petakan potensinya dimana, nanti kita akan fokus untuk lihat apakah potensi itu ada atau tidak,’’pungkasnya.