Kesehatan

Menariknya Kegiatan FGD “PKM Pemberdayaan Pendamping Keluarga untuk Mencegah Stunting di Desa Mekarsari Bogor”

×

Menariknya Kegiatan FGD “PKM Pemberdayaan Pendamping Keluarga untuk Mencegah Stunting di Desa Mekarsari Bogor”

Sebarkan artikel ini
Kegiatan PKM Pemberdayaan Pendamping Keluarga untuk Mencegah Stunting pada Anak-anak di Desa Mekarsari, Bogor, Jawa Barat. Foto: ist.

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Mengkaji kegiatan sejumlah dosen yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat. Sebelum pelaksanaan FGD mereka melakukan kunjungan awal pada bulan Juni 2023. 

Informasi awal dari aparat desa diperoleh bahwa di Lembaga Pemerintah di Desa Mekarsari Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor dengan luas wilayah 202,24 hektar persegi yang terdiri dari lahan pertanian 45 hektar persegi, lahan perikananan 20 hektar persegi, lahan pemukiman 80 hektar persegi dengan total 20 RT 5 RW 3 Dusun. 

Hampir setengah masyarakat bekerja sebagai petani, UMKM kerajinan miniatur. Badan Usaha Milik Desa bergerak di bidang Sarana Air Bersih dan Peternakan Sapi. 

“Memiliki kelompok Kader sebanyak 30 orang dan tim posyandu sebanyak 6 orang. Sudah melakukan penanganan tentang Stunting melalui posyandu namun tingkat stunting masih tinggi ada 27 orang masih status gizi buruk,” dikutip dalam karya tulis oleh TeropongNews.

Kedatangan kami berikutnya melakukan FGD dengan judul “PKM Pemberdayaan Pendamping Keluarga untuk Mencegah Stunting di Desa Mekarsari Bogor” dilaksanakan pada hari selasa, 12 juli 2023 pada pukul 10.50 WIB di gedung serbaguna Desa Mekarsari Bogor. 

Sebagai informasi, acara dihadiri beberapa perwakilan Kader dan Pendamping diantaranya :

1.      Kepala sekolah TK,

2.      Perwakilan Guru PAUD

3.      Perwakilan dari Puskesmas

4.      Perwakilan Posyandu

5.      Ustad desa Mekarsari

Acara saat itu dibuka oleh Ibu Teti senagai KPM Stunting desa Mekarsari kemudian sambutan dari lurah desa pak Sofranuddin dan sambutan dari Ibu Rimi Gusliana dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jakarta selaku perwakilan tim panitia.

Kemudian dijelaskan secara singkat mengenai kegiatan dan program kerja abdimas PKM Pemberdayaan Pendamping Keluarga untuk Mencegah Stunting di Desa Mekarsari Bogor, yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan serta serta dampak dan manfaat yang diharapkan akan terwujud setelah kegiatan ini selesai oleh Ibu Rilla Sovitriana selaku ketua pelaksana dari Universitas Persada Indonesia Y.A.I.

“Dilanjutkan dengan berdiskusi terkait permasalahan kesehatan terutama stunting yang terjadi di Desa Mekarsari bersama empat belas peserta yang hadir yaitu beberapa kader, kepala sekolah TK, perwakilan guru, perwakilan puskesmas, dan Ustad desa Mekarsari,” dikutip dalam karya tulis itu.

Peserta pertama yang menyampaikan permasalahan kesehatan Desa Mekarsari adalah Ibu Neneng Subandi, kader dari Posyandu Melati 1 RT 01 RW 02.

“Sejak adanya kasus stunting, desa memberikan anggaran untuk Pemberian Tambahan Makanan (PMT) pada keenam posyandu di desa Mekarsari untuk memberikan asupan tambahan pada anak-anak terkhususnya balita berupa puding susu buah. Untuk ibu yang sedang hamil juga terkadang diberikan jatah berupa Piringku yang mana di dalamnya ada nasi, lauk pauk, sayur, dan buah, serta diberikan susu bubuk dan susu instan,” Kata Neneng Subandi, dikutip dalam karya tertulis soal FGD tersebut.

Kemudian, di posyandu melati terdata ibu hamil berjumlah 18 orang dan di bulan juli sudah lahiran 2 orang. Jumlah balita ada 113 orang. Empat anak sempat mengalami kekurangan gizi, selama tiga bulan berat badan tidak naik. Namun setelah dipantau terus oleh posyandu tiga anak berat badannya bertambah sedangkan satu anak masih mengalami kurang gizi karena jarang dibawa ke posyandu.

“Para ibu masih belum tahu usia berapa untuk menentukan menu yang cocok sekaligus bergizi bagi para anak. Ada beberapa balita yang terlambat ditangani karena memiliki penyakit bawaan (ex. Gagal jantung, step) sehingga tumbuh kembang menjadi tidak maksimal,” sambung kutipan laporan FGD itu.

Dijelaskan juga faktor sanitasi juga berpengaruh dalam tumbuh kembang anak (ex. Comberan yang masih terbuka lebar memberikan efek pada kesehatan anak). Puskesmas suka memberikan tambahan materi edukasi kesehatan ke sekolah-sekolah di desa Mekarsari. Di 2022/2023 ada informasi dari posyandu kalau ⅔ balita tersuspek stunting

Ada beberapa poin mengenai permasalahan yang perlu diselesaikan:

● Bagaimana cara yang tepat untuk memberikan kesadaran bagi para ibu agar tertib membawa anaknya ke posyandu

● Apa saja variasi menu yang dapat diberikan sebagai menu makanan tambahan bagi bayi guna menghindari terjadinya kurang gizi

● Orang tua diberikan pendampingan untuk lebih memahami gizi yang dibutuhkan anak

● Pendampingan bagi para remaja putri yang akan menikah

● Pola asuh orang tua pada anak baiknya seperti apa

● Menu Gizi ibu-ibu pasca melahirkan yang terkadang ditemui sering mengonsumsi makanan cepat saji.

● Sanitasi yang tepat dan bersih bagi umbuh kembang anak

Tak lupa, mereka yang berkegiatan juga mengucapkan terimakasih kepada Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional, Sesuai dengan Kontrak Pengabdian Tahun Anggaran 2023.

“Untuk semua yang turut terlibat dalam kegiatan PKM Pemberdayaan Pendamping Keluarga untuk Mencegah Stunting di Desa Mekarsari Bogor terutama Lurah desa Mekarsari Bapak H. Sofranuddin beserta jajarannya,” ucap mereka.

Sebagai informasi, kegiatan diketuai oleh Dr. Rilla Sovitriana, Psi., M.Si., Psikolog

Dengan anggota tim yang terdiri dari : 

–        Dr. Rimi Gusliana Mais., SE., M.Si.

–        Sri Sintawati., M.Si.

–        Ahmad Rofi’ Zulfan

–        Dania Zahra Basri

–        Indy Aulia Azizah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *