BeritaPress Release

Sambut HUT Bhayangkara, Ustadz Das’ad Latief Tausiyah di Polrestro Jakbar 

×

Sambut HUT Bhayangkara, Ustadz Das’ad Latief Tausiyah di Polrestro Jakbar 

Sebarkan artikel ini
Segenap personel Polrestro Jakarta Barat hadiri tausiyah dalam rangka menyambut Hari Bhayanglkara. Ist.

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Bakti Religi Polres Metro Jakarta Barat sambut Hari Bhayangkara ke 77 tahun 2023, Ustadz kondang Das’ad Latief memberikan pembekalan rohani kepada para anggota Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek jajaran, Kamis (22/06/2023).

Ustadz Das’ad latief memberikan tausiyah kepada para jamaah dan anggota Polres Metro Jakarta Barat serta pengurus Bhayangkari Cabang Metro Jakarta Barat di Mesjid Jami Al Istiqomah Polres Metro Jakarta Barat.

Sebanyak 200 personel Polres Metro Jakarta Barat dengan khidmat mendengarkan tausiyah yang diberikan oleh Ustadz Das’ad latief. Dalam tema yang disampaikan kali ini mengusung tema tentang makna berkurban.

3144
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Dalam sambutannya, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, kajian ini merupakan sebagai salah satu kegiatan pembinaan mental dan rohani.

“Ini salah satu rangkaian kegiatan bakti religi dalam menyambut Hari Bhayangkara ke 77,” ujar Kombes Pol M Syahduddi di lokasi, Kamis (22/06/2023).

“Allhamdulillah dalam kesempatan ini kita kedatangan ustadz terkenal yaitu Ustadz Das’ad latief. Semoga apa yang disampaikan bisa menjadi bekal dan pelajaran yang bisa kita tampung dan kita pelajari sehingga bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya

Dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Das’ad latief menjelaskan perintah kurban untuk umat muslim bermula dari peristiwa Nabi Ibrahim, yang diperintahkan oleh Allah untuk mengurbankan anaknya, yakni Nabi Ismail. Nabi Ibrahim diketahui telah menunggu puluhan tahun lamanya untuk menantikan seorang anak.

Keturunan yang amat disayanginya. Namun, ketika Allah memberikan perintah untuk menyembelih Nabi Ismail, Nabi Ibrahim pun melaksanakannya dengan kesungguhan. Walaupun ada perasaan bimbang dan rasa tak ingin kehilangan, Nabi Ibrahim tetap patuh dengan apa yang Allah perintahkan.

Kesungguhan dan ketulusan Nabi Ibrahim dibalas oleh Allah, dengan digantikannya Nabi Ismail dengan seekor domba. Kemudian beliau diperintahkan untuk menyembelih domba dan membagikan daging tersebut sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

“Ibadah kurban mengajarkan bahwa kita sebagai manusia tidak memiliki apapun kecuali datangnya dari Allah. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita meneladani Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah,” ucap Ustadz Das’ad latief. *Hms/TN.