Komisi B DPRD Soroti Pelayanan Bus Transjakarta Saat Bahas LKPJ Penggunaan APBD 2022

Bus Transjakarta merupakan transportasi yang menggunakan sistem Bus Rapid Transit (BRT) yang sudah beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. (Foto : transjakarta.co.id).

TEROPONEWS.COM, JAKARTA – Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta soroti pelayanan bus Transjakarta yang menjadi salah satu catatan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) penggunaan APBD tahin 2022.

Dalam hal ini, belakangan pelayanan armada bus Transjakarta banyak mendapat keluhan dari masyarakat. Masalah tersebut yakni waktu tunggu yang dinilai sudah tidak konsisten dan suasana berdesakan di dalam bus.

“Tadi pagi, saya ketemu dengan beberapa mahasiswa mereka mengeluhkan itu. Mereka bilang sekarang naik busway itu susah. Harusnya kenaikan realisasi target penumpang ini diikuti dengan perbaikan pelayanan yang akan diberikan,” kata Anggota DPRD Komisi B Muhammad Taufik Zoelkifli dalam keterangannya di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (3/4/2023).

Anggota Komisi B lainnya Gilbert Simanjuntak menambahkan, terlepas dari capaian-capaian Dishub DKI dalam pelaksanaan program kerja tahun 2022, pelayanan transjakarta banyak disorot karena ia menilai kualitas dari pelayanan terjadi penurunan.

“Terlepas dari capaian-capaian Dishub, tapi customer mengatakan layanan transjakarta sebagai operasionalnya dishub di bidang angkutan diluar dari pengendalian kemacetan, terminal, costumer kita ini mengatakan, transjakarta kita ini bukan makin baik. Frekuensi kedatangan, headway, atau bahkan hari-hari tertentu tidak ada bus TJ,” ungkap Gilbert.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta jumlah penumpang angkutan umum tercatat berjumlah 3.622.045 orang per hari di tahun 2022. Sementara target Dishub di tahun yang sama penumpang angkutan umum hanya sebanyak 1.140.554 orang per hari.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengakui adanya lonjakan jumlah pengguna angkutan umum pada tahun 2022. Pihaknya juga mengantisipasi itu dengan berpatokan pada target penumpang mencapai 1 juta orang per hari.

“Akibatnya, memang layanannya itu pasti menumpuk penumpangnya,” kata Syafrin.

Kemdian Syafrin juga mengakui adanya peningkatan jumlah penumpang angkutan umum tahun lalu, karena adanya perkembangan terbaru peraturan Menteri Perhubungan (Menhub) nomor 12 tahun 2019 terkait masuknya ojek online (Ojol) sebagai angkutan umum.

“Yang terbesar itu angkutan ojek online sekitar 1 juta penumpang tahun 2022, ini berdasarkan data dari aplikator. Kemudian untuk KRL menempati urutan kedua mencapai 781 ribu orang penumpang. Kemudian transjakarta 747 ribu dan MRT 115 ribu penumpang. Dan juga ada angkutan roda 4 sekitar 500 an ribu penumpang. Artinya jumlah keseluruhan masing-masing moda 3.622.049 juta orang,” terang Syafrin.