Berita

Akui AHY Ganteng dan Prabowo Kaya, NasDem: Wis Wayahe Anies Presiden

×

Akui AHY Ganteng dan Prabowo Kaya, NasDem: Wis Wayahe Anies Presiden

Sebarkan artikel ini
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya. (Foto : nasdem.id).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan bahwa menjadikan Anies Baswedan sebagai capres merupakan cara jitu untuk menyelamatkan demokrasi di Indonesia.

Namun, dirinya juga tidak memungkiri bahwa kandidat lain yang masuk dalam bursa capres 2024 memiki daya tarik dengan caranya masing-masing di depan masyarakat.

“Kadang-kadang kalau bicara ganteng, Agus Harimutti Yudhoyono (AHY) lebih ganteng daripada Anies Baswedan, kalau bicara kaya, Prabowo Subianto lebih kaya dari Anies Baswedan,” kata Willy dalam paparannya di acara rilis servei PolMark Research Center (PRC), di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2023).

Walau demikian, Willy mengungkapkan saat ini adalah waktunya Anies unjuk gigi dengan kompetensi yang mumpuni serta berbagai pengalaman yang ia miliki. Sebagai salah satu contohnya dengan pernah menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta dalam periode 2017-2022.

“Tetapi yang untuk wis wayahe (sudah saatnya presiden) itu, tidak perlu ganteng, tidak perlu kaya, karena apa, ini it’s timenya Anies Baswedan,” ujar Willy.

“Kita lihat, contohnya sepakbola, kita sudah mau berhelat Piala Dunia U-20. Tahu-tahu Gubernur Jawa Tengah tolak israel. Ini konteksnya apa, bukan Anies yang hebat, tapi orang yang banyak salah,” tutur Willy.

Sebagai informasi, Lembaga Riset PolMark Research Center merilis Survei Opini Publik dari laporan hasil agregasi 78 survei Daerah Pemilihan (Dapil) sebagai peta kompetisi menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Secara elektabilitas, ada tiga nama capres yang menduduki posisi tiga besar dengan nilai tertinggi dari hasil survei yakni Ganjar Pranowo dengan 22,8 persen, Prabowo Subianto dengan 17,4 persen dan Anies Baswedan dengan 13,9 persen.

Sementara itu untuk posisi empat hingga enam ditempati Ridwan Kamil dengan nilai 5,2 persen, Abdul Muhaimin Iskandar dengan 4,8 persen, Sandiaga Salahuddin Uno dengan 2,0 persen. Lalu untuk posisi tujuh hingga sembilan ditempati Puan Maharani dengan nilai 1,7 persen, Agus Harumurti Yudhoyono dengan 1,7 persen dan Khofifah Indar Parawansan 1,3 persen.