Mendekati Ramadan, Stok Beras di Papua dan Papua Barat Capai 27 Ribu Ton

Ilustrasi beras Bulog. (foto: istimewa).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri pada April 2023, Provinsi Papua dan Papua Barat masih memiliki stok beras mencapai 27 ribu ton. Hal tersebut disampaikan Kepala Perum Bulog Papua dan Papua Barat Raden Guna Dharma.

Dengan begitu, Dharma optimis persediaan beras yang ada saat ini dapat memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan. Adapun beras tersebut ditaruh di gudang Bulog Papua dan Papua Barat.

“Sehingga kami minta masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Raden Guna Dharma kepada wartawan di Jayapura, Teropongnews kutip pada Senin (6/2/2023).

Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar utama yang harus dipenuhi setiap saat, karena merupakan hak asasi manusia sebagai mana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Sehingga setiap bulan kami menyalurkan sebanyak 7.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ucapnya.

Dharma berujar, guna mengantisipasi kenaikan harga beras di tingkat konsumen, maka Bulog juga melakukan operasi pasar secara masif yang sudah dilakukan sejak 1 Januari 2023. Hal ini bertujuan untuk stabilisasi harga pangan.

“Ini merupakan upaya kami dalam meningkatkan ketahanan pangan terutama yang bersumber dari peningkatan produksi dalam negeri,” tutur dia.

Dia menjelaskan, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah setempat yang berkontribusi dalam menjaga kestabilan harga pangan di tingkat konsumen.

“Kami juga tetap membantu pemerintah daerah untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi warga dengan menyiapkan stok beras, minyak goreng, dan tepung terigu,” ujarnya.

Dharma menambahkan, ketersediaan beras saat ini mencapai 27 ribu ton, maka dipastikan aman menjelang Hari Raya Idul Fitri pada April 2023.Di sisi bersamaan, dengan adanya provinsi baru di Papua, pihaknya masih dalam proses pembahasan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

“Sehingga kami berharap keamanan dan kenyamanan tetap terjaga, agar tidak mempengaruhi ketersediaan bahan pokok dengan demikian tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” katanya.