Kembangkan Potensi Wisata dan Peluang Usaha, Poltek Saint Paul Sorong dan Distrik Maladum Mes Teken Kerjasama

Foto bersama usai penandatanganan nota kesepahaman antara pihak Politeknik Saint Paul Sorong dan distrik Maladum Mes. Foto Wim/TN

TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Penandatanganan Kerjasama Politeknik Saint Paul Sorong bersama pemerintah kota Sorong melalui distrik Maladum Mes dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) keempat mahasiswa Saint Paul tahun 2022 di kelurahan Tanjung Kasuari dan kelurahan Saoka.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) itu, berlangsung di Kampus Politeknik Saint Paul Sorong, di Jln.RA Kartini kota Sorong, Jumat (27/4/2022).

Pihak Politeknik Saint Paul Sorong, diwakili Sony Rumalutur, ST, MT, saat melakukan penandatanganan MoU. Foto Wim/TN

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Saint Paul Sorong Sony Rumalutur, ST, MT, sebagai pihak I dan Kepala Distrik Maladum Mes, sebagai pihak ke II.

Asisten Direktur III, Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama antar Lembaga Politeknik Saint Paul Sorong, Herry Widjasena, ST, MT, mengatakan Tri Darma perguruan tinggi adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat, maka Kampus mempunyai peran penting untuk mengabdikan diri juga kepada masyarakat melalui kegiatan KKN.

Perwakilan distrik Maladum Mes saat menandatangani MoU bersama Politeknik Saint Paul Sorong. Foto Wim/TN.

Untuk melaksanakan KKN keempat tahun 2022, kali ini Politeknik Saint Paul Sorong mengangkat tema “Membangun potensi wisata dan peluang usaha dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di Tanjung Kasuari dan kelurahan Saoka distrik Maladum Mes kota Sorong”.

Dikatakan pihaknya memilih distrik Maladum Mes sebagai tempat untuk mengabdi, dengan alasan distrik tersebut merupakan distrik dengan mayoritas orang asli Papua yang harus diberdayakan.

“Penandatanganan kerjasama dengan kepala distrik Maladum Mes, adalah sebuah bentuk kerja pengabdian kepada masyarakat. Dimana distrik tersebut merupakan distrik dengan mayoritas orang asli Papua yang harus kita berdayakan,” ujar Herry Widjasena.

Menurutnya, potensi wisata di distrik Maladum Mes, terutama di kelurahan Saoka dan Tanjung Kasuari mempunyai potensi wisata yang harus dikembangkan dan sekaligus memberdayakan orang asli Papua yang ada di kawasan tersebut.

Oleh sebab itu, lewat KKN tematik Saint Paul Sorong, dimana mahasiswa dapat mengembangkan potensi wisata yang ada di kawasan tersebut, sekaligus meningkatkan peluang usaha kepada masyarakat, khususnya masyarakat Papua yang ada di wilayah itu.

“Selama satu bulan mahasiswa akan ada dalam tugas KKN di dua kelurahan yaitu kelurahan Tanjung Kasuari dan kelurahan Saoka distrik Maladum Mes. Jadi selama satu bulan mahasiswa akan melakukan pengembangan terhadap potensi wisata di kawasan itu, dengan langkah awal melakukan observasi terhadap daerah yang akan dikembangkan sebagai daerah wisata,” terang Widjasena.

Kepala distrik Maladum Mes melalui Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Distrik Maladum Mes, Freddy Urbasa, mengatakan pihaknya menyambut positif kerjasama antara Politeknik Saint Paul Sorong dan mendukung kegiatan KKN mahasiswa Saint Paul Sorong di wilayah kerja distrik Maladum Mes, khususnya di wilayah kelurahan Tanjung Kasuari dan Saoka.

“Kami sangat menyambut baik kerjasama antara Politeknik Saint Paul Sorong dengan distrik Maladum Mes, dan kami juga akan selalu mendukung kegiatan KKN Mahasiswa Saint Paul selama berada bersama-sama masyarakat,” terang Fredy Urbasa.

<