Acara serah terima buku oleh Kepala kantor UNICEF perwakilan Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan kepada kepala dinas pendidikan kota dan kabupaten Sorong, serta Rektor Unimuda Sorong. (Foto:Ist/TN)

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Pemerintah kota dan kabupaten Sorong Papua Barat, dengan UNICEF Indonesia didukung oleh Univeristas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong melaksanakan program pendidikan Keterampilan Hidup (PKH) melalui inisiatif supporting Girls to Thrive in Indonesia yang diluncurkan pada November  2019.

Acara pembukaan pelatihan pendidikan keterampilan hidup dibarengi dengan serah terima buku, bertempat di vega hotel Sorong, Selasa (12/10/2021), dilanjutkan dengan pelatihan terhadap 30 sekolah sasaran yang akan melanjutkan dan melaksanakan program keterampilan hidup dan pencegahan perundungan di sekolahnya masing-masing.

Program PKH serta pencegahan perundungan yang selama ini dilakukan dan akan dilatihkan kepada peserta terbukti meningkatkan partisipasi siswa untuk berteman secara positif dan mengurangi kasus bullying di sekolah sebanyak 29℅ dalam satu semester intervensi. Oleh karena itu, praktik ini akan direplikasi ke berbagai sekolah di provinsi Papua Barat, di mulai dari Kabupaten Sorong, kabupaten raja ampat, dan Kota Sorong.

Kepala kantor UNICEF perwakilan Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan dalam sambutannya mengatakan, bahwa program keterampilan hidup remaja merupakan program yang menitikberatkan pada partisipasi remaja pada topik-topik yang mereka anggap penting. Modulnya sendiri dikembangkan bersama para remaja hingga bisa menjadi seperti ini. Terdapat 22 pertemuan dengan tema-tema yang perlu diketahui oleh para siswa-siswi.

Menurutnya, upaya ini akan mendorong pengembangan pola pikir kritis yang tumbuh dari proses refleksi, identifikasi, mengevaluasi informasi yang ada dan penalaran sesuai dengan profil pelajar pancasila yang menjadi prioritas kemendikbudristek.

“Program ini juga mendukung program lain yang berbasis sekolah yang menyatu perlindungan, pendidikan, pemberdayaan, serta air, sanitasi, dan kebersihan untuk menghasilkan perubahan pada norma sosial, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, program PKH menyasar murid SMP di Sorong, Papua Barat melalui para guru sebagai pendidik dengan tujuan meningkatkan angka anak yang tetap bersekolah, memperbaiki capaian belajar, dan melindungi anak perempuan dan lelaki dari tindak kekerasan di sekolah.

Sementara itu, Plt. Kepala dinas pendidikan Kota Sorong, Yuli Atmini mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung rencana replikasi program pendidikan keterampilan hidup dan pencegahan perundungan tersebut, dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru sekolah yang bertujuan untuk mengajarkan keterampilan hidup remaja.

“Mewakili pemerintah kota Sorong dalam hal ini dinas pendidikan menyampaikan apresiasi kepada UNICEF, yang berkenangan untuk kota sorong menjadi percontohan. Ke depan kita akan tindaklanjuti kegiatan ini agar berkelanjutan dan kita akan kembangkan di sekolah – sekolah lain, “ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Sorong, Dr. Jhony Kamuru menyampaikan bahwa sekolah menjadi garda terdepan dalam pendidikan karakter remaja. Khusus di kabupaten Sorong, Kata Jhony Kamuru, pendidikan karakter menjadi prioritas penting yang dimasukkan ke dalam RPJMD, yang salah satunya adalah pendidikan keterampilan hidup.

“Kita semua perlu memperkuat keterampilan hidup remaja dan meningkatkan daya saing mereka ke depan untuk memastikan tumbuh kembang mereka yang positif. Begitu juga penguatan kapasitas para tenaga pendidik juga menjadi penting. Olehnya itu, dengan sejumlah inisiatif praktik baik seperti ini, diharapkan nanti akan terjadi peningkatan prestasi belajar siswa, dan juga penurunan kasus-kasus kekerasan dan perundungan”jelas Jhony Kamuru.

Berita lain untuk anda