Tokoh Intelektual Sorsel ini, Angkat Suara Perihal Kritik APSS Terhadap MK

Agustinus Momot, tokoh intelektual Sorong Selatan. Foto ist.

TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Pernyataan mengkritisi salah satu tokoh intelektual kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) terkait proses hukum kasus dugaan korupsi pembangunan Kampus Wersar Teminabuan oleh perwakilan Aliansi Peduli Sorong Selatan (APSS), Agustinus Semuya, yang juga adalah ketua PMKRI Sorong Selatan, mendapat tanggapan serius dari Agustinus Momot yang juga merupakan tokoh intelektual Sorsel.

Dalam pernyataannya di salah satu media online sebelumnya, Agustinus Semuanya, mengkritisi salah seorang Intelektual kabupaten Sorong Selatan berinisial MK, yang mengklaim dirinya sebagai ketua intelektual Sorong Selatan.

Menurut Agus Momot, pernyataan yang disampaikan oleh salah satu tokoh intelektual Sorong Selatan, yang meminta aparat mengusut tuntas kasus Yayasan Tipari, hal tersebut adalah sebuah kewajaran sebagai bagian dari fungsi pengawasan masyarakat, yang sudah dijamin oleh undang-undang.

“Dalam hal fungsi pengawasan oleh masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintah, tidak perlu harus lembaga berbadan hukum, masyarakat kaki abu seperti kami pun boleh bicara, undang-undang sudah menjamin hal itu,” ujar Agustinus Momot, Sabtu (7/8/2021).

Menurutnya, penyampaian perwakilan APSS yang mengaku tidak setuju dengan statemen tokoh intelektual Sorong Selatan, perihal kasus Yayasan Tipari. Pasalnya, dalam isi penyampaian APSS, justru sama sekali tidak menyinggung soal isi statemen tokoh intelektual tersebut.

“Justru yang dibahas soal latar belakang, status hukum dan masalah yang menurut kami tidak perlu dan tidak substantif. Isi statemen tokoh intelektual adalah masalah proses hukum kasus dugaan korupsi Yayasan Tipari, harusnya jika anda memiliki argumentasi, isi statemen itulah yang harus anda kritisi, bukan bicara hal lain yang justru tanpa anda sadari sudah menunjukan anda ada di pihak siapa,” tandas Momot.

Dikatakannya, APSS mestinya menunjukan sikap peduli terhadap kondisi masyarakat di Sorong Selatan saat. Masih cukup banyak masyarakat yang hidup menderita, akibat ulah oknum-oknum pejabat yang rakus, yang menempuh cara-cara tidak beradab demi mendapat keuntungan pribadi.

Kasus dugaan korupsi di Kampus Wersar oleh Yayasan Tipari, menjadi cermin realita bobroknya birokrasi di Sorong Selatan, yang harus segera diputuskan demi menyelamatkan generasi Sorong Selatan kedepan.

“Dalam situasi seperti ini apa bentuk kepedulian anda terhadap masyarakat Sorong Selatan. Anda menamakan diri aliansi peduli, tapi justru anda menunjukan sikap sebaliknya. Ataukah aliansi yang anda bentuk itu aliansi plat merah? yang siap siaga menjadi tameng kaum elit ketika tirani mereka tersingkap,” tanya Karobium.

Apalagi, lanjut dia, kasus dugaan korupsi Kampus Wersar sudah bergulir cukup lama, bahkan sudah ada penyampaian adanya dugaan korupsi didalamnya. Namun, kasus ini belakangan terkesan mulai redup, sehingga wajar jika masyarakat bertanya-tanya.

Sebagai tokoh intelektual, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk sama-sama mendukung aparat penegak hukum, agar segera mengusut tuntas kasus tersebut, dan menyampaikannya secara transparan, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

“Mari kita sama-sama mendorong dan mendukung aparat penegak hukum agar segera mengusut kasus ini. Siapapun yang terlibat harus dihukum tanpa pandang bulu,” ucap Agus Momot.

Kepada APSS, ia juga meminta agar bisa menempatkan diri secara proporsional, menyuarakan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama, dalam hal ini kepentingan masyarakat Sorong Selatan.