Juru Bicara Satgas COVID-19 Papua Barat dr Arnold Tiniap,M.Epid.

TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI– Kasus varian corona delta ditemukan di Kabupaten Teluk Bintuni dan Manokwari, Papua Barat.

Juru bicara satgas penanganan COVID-19 Papua Barat dr Arnold Tiniap, M.Epid menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan 27 sampel di badan penilitan dan pengembangan kesehatan Kementrian Kesehatan RI tanggal 31 Juli 2021 lalu, ditemukan 12 varian delta di Provinsi ini.

“Penyebarannya 10 di Kabupaten Teluk Bintuni dan 2 dari Kabupaten Manokwari,” kata dr Arnold Tiniap kepada media ini saat dikonfirmasi media ini melalui telpon celulernya, Sabtu (7/8/2021).

Dikatakan Arnold Tiniap bahwa satgas akan menelusuri 12 orang yang sampelnya ditemukan varian delta, meski menurut jubir satgas bahwa masih ada pengaruh namun hasil yang  dikirim dari pusat terlalu lama.

Sehingga epidiomologi sangat sulit untuk mengambil langkah-langkah yang berhubungan dengan treacing kontak dari orang yang positif ini menyebar kemana karena sudah terlalu lama diketahui.

“Karena pun kita lakukan pemeriksaan mungkin ada yang sudah sembuh, mungkin meninggal misalnya atau ada yang sudah pergi kemana, kalau hasil keluar cepat maka treacing kontak cepat dilakukan dan memutus mata rantai juga cepat,” ungkap Arnold Tinap.

Sekarang ini kata dr Arnold, pihaknya akan mengecek nama orang yang positif kondisi saat ini seperti apa dan pasti melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk memutus mata rantai penanganan COVID-19 di Papua Barat.

Tujuan dikirim sampel ke Balitbangkes untuk mengecek penyebaran corona delta ternyata sudah ada penyebaran sehingga masyarakat diharapkan meningkatkan budaya protokol kesehatan dalam kegiatan setiap hari.

“Karena apa yang kita curigai itu betul, sekarang kita pertahankan peningkatan protokol kesehatan, semakin waspada, semakin banyak orang divaksinasi saya ingatkan bahwa dengan lonjakan kasus yang tinggi tanpa ada vaksinasi maka kita akan lihat kesakitan dan kematian yang meningkat,” pesan ahli epidiomologi itu.

Sementara juru bicara satgas penanganan COVID-19 Kabupaten Teluk Bintuni dr Wiendo Syahputra Yahya,SpP membenarkan bahwa 10 sampel dari Teluk Bintuni yang tersebar di Distik Bintuni.

“Dari 10 orang tersebut 9 orang sudah sembuh dan 1 orang meninggal dalam perawatan di RSUD Bintuni,” tulis dr Wiendo melalui pesan singkat whatshappnya.

Langkah yang dilakukan satgas COVID-19 Teluk Bintuni bertepatan dengan pelaksanaan pemberlakuan PPKM level 3 sampai 9 Agustus 2021, Skrining di pintu masuk (darat, laut, udara) terhadap pelaku perjalanan tetap dioptimalkan

Meningkatkan kapasitas 3T di distrik dengan zona merah, menggunakan rapid test antigen untuk diagnostik Covid , penyelidikan epidemiologis dan penanganan medis di RSUD dan fasilitas isolasi terpadu

Untuk memutus mata rantai penanganan corona di Kabupaten penghasil migas ini, satgas mengoptimalkan sosialiasi protokol kesehatan 5M kampung tangguh serta meningkatkan cakupan imunisasi  Covid di tingkat distrik.

“Pengiriman sampel PCR secara berkala ke Balitbangkes utk dilakukan pemeriksaan genome sequencing sebagai bagian dari kegiatan surveilans,” sebut dokter spesialis paru itu.

Berita lain untuk anda