Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) melalui program Visit Kaltim Fest (VKF) seri pertama, berkolaborasi dengan Borneo Fashion Bration (BFB) menggelar konferensi pers bertema Wastra Indonesia, dari IKN untuk Nusantara secara virtual, Minggu (10/1/2021). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) melalui program Visit Kaltim Fest (VKF) seri pertama, berkolaborasi dengan Borneo Fashion Bration (BFB) menggelar konferensi pers bertema Wastra Indonesia, dari IKN untuk Nusantara secara virtual, Minggu (10/1/2021).

Virtual conferensi pers menghadirkan narasumber founder BFB Anas Mahfur, desainer muda Samarinda Muhammad Raffi Alfahrezy, desainer/pencipta kain Jeromat Jambi Edifa dan desainer Jakarta Indah Dwi Cahya.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Hj Sri Wahyuni mengungkapkan, kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan semua orang tetap bergerak dan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi.

“Kalau kita melihat capaian 2020, pandemi tidak pernah kita bayangkan. Sehingga kegiatan melalui virtual menjadi kenyataan dan harus kita lakukan. Virtual is reality,” katanya, lewat siaran persnya yang diterima Teropongnews.com, Senin (11/1/2021).

Tahun lalu, lanjutnya, untuk mengaktifasi beberapa program pariwisata selain offline, juga melaksanakan kegiatan yang bersifat virtual, baik dalam bentuk pemasaran pariwisata maupun virtual event.

Bahkan ujarnya, Dispar sudah melakukan pelatihan yang dilakukan secara virtual. Jadi diakuinya, walaupun pandemi Covid-19, namun jajaran Dispar terus bergerak dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

“Memasuki 2021 ini, kami akan memulai dengan virtual bagaimana empat pilar pembangunan kepariwisataan (destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan) tetap digaungkan dalam pembangunan kepariwisataan di Kaltim,” ungkapnya.

Dijelaskan di 2021 ada tiga tema besar untuk VKF juga secara virtual. Yakni, seri pertama awal tahun dalam rangkaian HUT ke-64 Kalimantan Timur. Dimana tema berbeda, tahun lalu Borneo Fashion Bration mengangkat seni pertunjukkan dan teater.

“Tahun ini, kita juga mengangkat fasion sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif yang kian berpeluang dikembangkan di Kaltim,” ungkapnya.

Kemudian seri kedua ada Festival Sangkulirang, sebab ada aset tapak tangan purba di karst Sangkulirang.

“Kita angkat dalam sebuah festival, agar lebih besar gaungnya dan orang datang ke sana, bukan hanya goa karts tapi potensi wisata alamnya,” jelasnya.

Dan seri ketiga, Festival Tiga Danau. Dimana, Kaltim memiliki tiga danau besar dan memiliki kekhasan tersendiri, serta potensi ekowisatanya juga sangat besar.

“Ketiga festival ini, kita ingin mengangkat ecotourisme (ekowisata) yang potensinya sangat besar di Benua Etam,” sebutnya.

Berita lain untuk anda