TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT mengajak istri dan anaknya untuk memanjatkan doa, sebelum berangkat ke TPS 02 Kampung Bumi Saniari Distrik Manimeri, untuk mencoblos surat suara dalam pemilihan kepala daerah yang berlangsung secara serentak, Rabu, 9 Desember 2020.

Tepat pukul 09.00 WIT, kandidat Bupati Teluk Bintuni periode 2021-2024 nomor urut 2 ini, didampingi istrinya, Frisca Pricilia Kasihiw serta anaknya, Roland Kasihiw dan istri, berangkat ke TPS 02 Bumi Saniari yang tidak jauh dari rumah pribadinya di Lorong IV Timur No. 245, Bumi Saniari Distrik Manimeri.

Setiba di TPS, dengan senyum khasnya, Petrus Kasihiw menyapa masyarakat yang sudah hadir di TPS. Piet mengikuti protokoler kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, dengan mencuci tangan. Petugas di pintu masuk TPS memeriksa suhu tubuh orang nomor satu di birokrasi Pemkab Teluk Bintuni ini dengan thermogun.

Ir Petrus mengajak keluarga untuk memanjatkan doa, sebelum berangkat ke TPS 02 untuk menggunakan hak pilihnya.

Setelah mengisi daftar hadir, Petrus Kasihiw tetap ikut antri di kursi pemilih, menunggu giliran dipanggil petugas untuk menerima surat suara. Alumnus UGM ini langsung menuju bilik suara untuk mencoblos, ketika mendapat giliran.

Hanya beberapa menit di bilik suara, Piet dan istri sudah selesai memilih. Keduanya langsung memasukkan surat suara ke kotak, dan mendapatkan tanda tinta di jari sebagai bukti sudah menggunakan hak pilihnya.

Melalui wartawan, Piet menyampaikan terima kasih kepada KPUD dan Bawaslu, yang telah menyelenggarakan tahapan pilkada hingga berlangsung pencoblosan.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat keamanan, baik TNI maupun Polri yang telah mengamankan jalannya tahapan pilkada ini dengan baik,” kata Bupati.

Kandidat petahana ini juga menyerukan kepada seluruh pendukung PMK2 Jilid2 serta seluruh masyarakat Teluk Bintuni, untuk tetap menjaga ketertiban wilayah selama berlangsungnya pesta demokrasi ini.

“Jaga persatuan dan kesatuan, juga kerukunan keluarga. Beda pilihan politik itu biasa, jangan sampai memecah keretakan hubungan persaudaraan,” tandasnya.

Usai memilih, Piet dan keluarga kembali ke rumah pribadinya, untuk beristirahat. **

Berita lain untuk anda