Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man saat hadir dalam seminar pengkajian strategis pembelajaran tatap muka, yang berlangsung di aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (8/12/2020). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) Kota Kupang melakukan kajian strategi sektor pendidikan, terkait rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

Kajian tersebut melibatkan peneliti dari kalangan akademisi dan tim pengendali mutu kajian. Sebagai tahap akhir dari pelaksanaan kajian tersebut digelar seminar bertajuk “Analisis Strategi Pengelolaan Pembelajaran Sekolah Dasar pada masa Adaptasi Tatanan Normal Baru di Kota Kupang”, yang berlangsung di aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (8/12/2020).

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man saat membuka seminar tersebut berharap, kajian ini bisa membantu Pemkot Kupang melengkapi regulasi yang akan dikeluarkan, terkait rencana proses belajar mengajar secara tatap muka.

Diakuinya sebelum Hari Raya Natal nanti rencananya akan diterbitkan Peraturan Wali Kota Kupang yang mengatur tentang belajar tatap muka jika mendapat izin, setelah melakukan koordinasi secara vertikal dan horisontal.

“Jika jadi diterapkan, maka harus dilakukan sosialisasi kepada para orang tua. Untuk itu, pihak sekolah perlu mengundang komite sekolah untuk menjelaskan bagaimana proses belajar tatap muka tersebut berjalan sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Wawali lewat siaran persnya yang diterima Teropongnews.com, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, Wawali juga minta, agar pihak sekolah harus memastikan tersedianya sarana dan pra sarana protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, thermo gun dan disinfektan.

Dia menambahkan, teknik penjemputan anak oleh orang tua atau penjemput juga perlu diatur. Menurutnya, baik pembelajaran secara online maupun tatap muka fokus pada tiga hal utama, yakni kemampuan anak dalam literasi, numerasi serta pendidikan karakter.

“Untuk poin pendidikan karakter hanya bisa efektif jika dilakukan secara tatap muka, tidak bisa secara online, karena harus lewat contoh. Salah satunya lewat karakter yang dilihat dari teman bermain di sekolah,” tandas Wawali.

Berita lain untuk anda