Logo Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Foto-Ist

TEROPONGNEWS.COM, KUPANG – Kota Kupang masuk dalam 14 daerah yang akan mengalami kemarau panjang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sesuai rilis BMKG. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang bersama DPRD melakukan antisipasi sebagai tanggap darurat terhadap ancaman kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimy Didok mengatakan, dampak dari kemarau panjang adalah masalah kekurangan air bersih dan persoalan kekeringan. Oleh karena itu, saat memasuki Oktober lalu, pihaknya telah menyiapkan 500 tanki air untuk warga terdampak.

“500 tanki untuk masyarakat marginal, sebagai langkah upaya mengatasi kelangkaan air bersih,” ungkapnya lewat rilis yang diterima Teropongnews.com, Rabu (4/11/2020).

Selanjutnya, ia mengatakan saat ini diajukan usulan anggaran senilai Rp 1 miliar yang dibahas bersama DPRD dan pemerintah.

“Kita antisipasi ancaman kekeringan selama tiga bulan ke depan, kita masukkan dalam anggaran perubahan,” jelasnya.

Jimy mengungkapkan, persoalan ancaman kekeringan ini telah dibahas bersama banggar DPRD, sebab persoalan kekeringan ini merupakan hal urgent yang harus ditangani dengan baik.

Berita lain untuk anda