Berita

Reses Anggota DPR RI, Ini Permintaan Gapoktan OAP Merauke

×

Reses Anggota DPR RI, Ini Permintaan Gapoktan OAP Merauke

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah didampingi Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah bersama Gapoktan OAP Merauke. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Orang Asli Papua (OAP) meminta bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), untuk membuka lahan baru atau lahan tidur yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Permintaan tersebut disampaikan kepada Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem Daerah Pilihan (Dapil) Papua H. Sulaeman L. Hamzah saat reses di Merauke, Minggu (18/10/2020).

Mereka menyebut, keseluruhan lahan yang berada di sekitar Jalan Cikombong pinggiran Kota Merauke seluas 89 hektar. Baru diolah sekitar 24 hektar, sisanya masih berupa lahan tidur. Bahkan yang sudah digarap, belum maksimal terkendala pada minimnya alsintan.

“Kami terkendala pada peralatan tani saja, jadi kami minta Bapak dan Ibu membantu alsintan untuk kelompok tani kami,” ujar Ketua Gapoktan, Yohanes dalam pertemuan dengan Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah didampingi Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah di lahan petani Cikombong.

Lanjut, Sekertaris Asosiasi Petani Asli Papua, Anselmus Kowirob mengatakan, kekurangan alat juga, mengakibatkan ada kecemburuan antara petani yang mampu dan yang tidak mampu. Untuk itu, bantuan alasintan diminta, guna memudahkan masyarakat dalam mengolah lahan, dan tidak ada lagi yang merasa kurang hati.

“Masyarakat punya semangat bertani, tinggal dukungan peralatan saja,” sambung Anselmus.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah kesempatan pertama menyampaikan, selama periode pertama Anggota DPR RI, H. Sulaeman, ada ratusan alsintan yang sudah diberikan ke Merauke.

“Kalau masih ada yang belum optimal, itu karena komunikasi yang belum berjalan baik. Bersyukur kita punya wakil rakyat seperti Bapak H. Sulaeman L. Hamzah yang membidangi pertanian. Hampir bantuan alat pertanian larinya ke Merauke,” tutur Fauzun.

Lanjut disampaikan, setiap alat yang datang, pasti ada yang memperjuangkan atau menyuarakan. Terbukti, selama periode lalu, H. Sulaeman sudah mendatangkan bantuan alsintan sebanyak 500 unit alat pertanian untuk Merauke.

“Komitmen kami dari Partai NasDem adalah bagaimana petani betul-betul berdaya, punya hasil yang baik. Mari kita menjadi petani cerdas, mandiri dan menciptakan lahan pertanian untuk kebaikan hidup,” ucapnya.

Kesempatan berikut, Anggota DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah membenarkan bantuan yang sudah diperjuangkannya. Sebagai anggota legislatif yang membidangi pertanian, dirinya akan berupaya selalu turun ke lapangan, untuk melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

Dikatakan, ada dua jalur batuan alsintan, yaitu bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian dan bantuan aspirasi masyarakat melalui wakil rakyat. Pembagian alat akan dilihat penyebarannya, dan hanya diberikan kepada kelompok tani bukan perorang agar bisa digunakan bersama secara bergantian.

Ia mengaku bangga, karena petani asli Papua di Merauke sudah membaur dengan masyarakat pendatang. Adaptasi masyarakat asli di sektor pertanian sudah bagus, hanya saja belum seimbang, masih butuh proses.

“Mari kita lihat, mana yang tidak sama, apa kekurangan untuk medapatkan support memalui kebutuhan yang perlu didukung. Asosiasi OAP menjadi fokus perhatian dari Partai NasDem,” pungkasnya.

Hebatnya lagi, pria asal NTT ini memberikan perhatian secara merata termasuk kepada masyarakat yang tidak memilihnya. Tidak ada pembedaan dalam memberikan bantuan, dan membantu menyuarakan aspirasi yang diterimanya untuk diperjuangkan di pusat.

“Mereka juga menjadi tanggung jawab saya yang harus saya layani. Yang tidak pilih saya datangi, yang pilih juga saya datangi untuk mensejahterakan petani,” imbuhnya.

Bahkan, di Merauke sementara ini sedang dipersiapkan pengadaan bengkel alsintan. Tujuannya, untuk memperbaiki peralatan tani yang mengalami kerusakan supaya bisa dimanfaatkan kembali.

Terakhir, menjelang Pilkada 2020, Sulaeman mengajak masyarakat harus tentukan pilihan yang sesuai, untuk memilih pemimpin yang bisa melayani dengan bijaksana. Semua orang memikiki hak politik untuk memilih, dan wajib berpartisipasi dalam memberikan hak pilihnya. Karena kebutuhan masyarakat diperhatikan oleh pemerintah.

“Siapa saja yang terpilih jadi bupati, mesti melayani seluruh masyarakat tidak membeda-bedakan,” harapnya.