Berita

Kepala Suku Besar Doreri Ingatkan Masyarakat Tidak Terlibat Naikkan Bendera Bintang Kejora

×

Kepala Suku Besar Doreri Ingatkan Masyarakat Tidak Terlibat Naikkan Bendera Bintang Kejora

Sebarkan artikel ini
Dandim 1808/Manokwari Kolonel (Arm) Airlangga (kanan), saat mendampingi Pangdam XVIII/Kasuari dalam kunjungan kerja. (Foto:Dok.PDB/TN)

TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI – Kepala Suku Besar Doreri, Gaad Hendrik Rumfabe.SH.MSi, dengan tegas  menyerukan agar komponen masyarakat Manokwari di wilayah Doreri, tidak mudah terprovokasi ibadah syukuran dan ikut-ikutan menaikkan bendera Bintang Kejora pada 19 Oktober 2020.

1548
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Dijelaskan Gaad Hendrik, apa yang diperintahkan Presiden Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) kepada masyarakat Papua yang memiliki semangat untuk Merdeka agar menaikan atau mengibarkan bendera Bintang Kejora pada 19 Oktober 2020 sebagai momentum Hari Kemerdekaan ke 9 NFRPB, hanyalah untuk kepentingan sekelompok kecil orang.

“Itu provokasi untuk kepentingan suatu kelompok, bukan untuk masyarakat pada umumnya,” tegas Gaad Hendrik melalui sambungan telepon selulernya, Minggu (19/10/2020).

Gaad Hendrik berpesan, agar masyarakat Papua di wilayah Doreri menjadi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang cerdas dan bermartabat, sehingga tidak mudah diprovokasi untuk dijadikan obyek kepentingan sekelompok orang.  Ditegaskan Hendrik, NKRI sudah menjadi harga mati yang harus dipegang erat.

Dia juga berharap agar Gubernur Provinsi Papua Barat melihat dan menyikapi hal ini, dan juga organisasi dewan adat yang diduga ada dualisme kepemimpinan ini, jangan duduk diam. Sebab, ada indikasi aktivis pergerakan NFRPB telah menyusup di lembaga ini untuk kepentingan politik yang tidak sejalan dengan program pemerintah.

“Pak Gubernur harus segera melakukan pertemuan dengan dewan adat untuk menyelesaikan polemik internal dewan adat, dengan tujuan agar aspirasi politik dapat ditampung pada satu titik untuk mendukung program pembangunan. Kalau ada warga yang mau bikin kacau di Manokwari, silakan pulang ke daerah asal, sebab bagi kepala suku, NKRI adalah harga mati, ” tandas Gaad Hendrik.

Gaad menegaskan, agar warga Doreri berhenti mengikuti kelompok yang mengatasnamakan apapun, dengan bertujuan memuluskan kepentingannya yang tidak sejalan dengan NKRI.

“Pesan saya kepada masyarakat Doreri, bahwa kita tidak menerima kelompok yang mengatasnamakan apapun, dan saya tegaskan juga kepada masyarakat Doreri agar tidak terlibat untuk mendukung kegiatan seperti NFRPB, karena akan membawa kerawanan terjadinya konflik bagi masyarakat sendiri,” tegas Gaad Hendrik lagi. **