Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengelar rapat analisa dan evaluasi Operasi Yustisi, terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Kendari, Selasa (27/10/2020). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengelar rapat analisa dan evaluasi Operasi Yustisi, terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Kota Kendari, Selasa (27/10/2020).

Rapat ini dipimpin Sekretaris Kota (Sekkot) Kendari Hj. Nahwa Umar, SE., MM, dan diikuti perwakilan Polres Kendari, Kodim 1417 Kendari dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di lingkup Pemkot Kendari.

Dalam kesempatan itu, Sekkot meminta, personil yang bertugas dibagi dalam beberapa shift, sehingga tim yang bertugas bisa lebih maksimal.

“Pada saat Operasi Yustisi, sebaiknya personil diberikan shift, supaya ada waktu agar personil bisa beristirahat untuk menjaga imun dan semangat,” kata Sekkot lewat siaran pers yang diterima Teropongnews.com.

Terkait hal tersebut, Kasat Binmas Polres Kendari, AKP. Yusuf Muluk Tawang mendukung hal tersebut. Dia juga menjelaskan, terkait jumlah personil yang biasa mengikuti Operasi Yustisi setiap hari.

“Personel yang hadir 100 orang, kalau lebih efisiennya dari 100 orang personil dapat dibagi dalam 4 shift, agar berjalan efisien,” katanya.

Hasil evaluasi tim Yustisi menyebutkan, selama operasi digelar empat titik yang rutin menjadi sasaran operasi yakni, Kawasan eks MTQ, Kendari Beach, Jembatan Kuning dan Taman Kali Kadia.

Namun menjelang libur pada tanggal 28 Oktober–1 November 2020, kemungkinan akan dibuatkan surat edaran, untuk memberikan batasan kepada pengunjung di Jembatan Teluk Kendari.

“Selama libur lima hari ke depan, akan dibuat surat edaran untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan batasan jika Jembatan Teluk Kendari tidak di tutup untuk sementara waktu,” tandas Sekkot.

Berita lain untuk anda