Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor saat bersilaturahmi bersama Pjs Bupati Berau H Ramadhan dan jajaran, di Hotel Palmy Exclusive Berau. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, BERAU – Kabupaten Berau memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah. Bukan hanya hasil hutan dan perkebunan, tetapi juga batubara yang dikenal hingga seantero dunia.

Saat ini, boleh jadi Kabupaten Berau masih berjaya dengan hasil tambang batubaranya, tetapi di masa depan, kekayaan sumber daya alam tak terbarukan itu pasti akan habis dan kolaps.

“Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dari sekarang. Kita harus menggali semua potensi yang kita miliki, khususnya dari sumber daya alam yang bisa diperbaharui dan sumber daya alam yang tidak akan habis-habis, seperti potensi pariwisata,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, Hj Norbaiti Isran Noor lewat siaran persnya yang diterima Teropongnews.com, Jumat (30/10/2020).

Apalagi, Berau memiliki potensi wisata pantai dan laut yang cukup mendunia. Mulai dari Pulau Derawan, Sangalaki, Kakaban, Maratua hingga yang belakangan juga kian diminati wisatawan, Pulau Kaniungan.

Potensi wisata unggulan Berau itu, bahkan cukup menarik sejumlah investor untuk pengembangan pariwisata. Kondisinya semakin mendukung, setelah pemerintah juga melengkapinya dengan ketersediaan Bandar Udara Maratua yang lebih representatif, untuk kunjungan wisatawan mancanegara.

Istri Gubernur Kaltim H Isran Noor itu sangat sependapat dengan rencana pengembangan wisata kota (city tour) yang dikembangkan Kelurahan Tanjung Redeb.

“Kita harus kreatif mengawinkan promosi destinasi wisata alam kita itu, dengan destinasi wisata buatan, seperti Kampung Batik Ta’puri dan lainnya. Kita latih masyarakat agar mampu membuat produk khas Berau yang berkualitas dan diminati wisatawan, sehingga ekonomi Berau akan berkembang dengan baik,” pesan Norbaiti.

Prinsipnya, daerah ini sudah harus memikirkan bagaimana, agar potensi wisata pantai dan laut itu juga memberikan dampak signifikan terhadap industri pariwisata di Kota Tanjung Redeb.

“Jadi bukan hanya ke Derawan atau Maratua lalu selesai, wisatawan harus bisa kita tarik untuk ‘wajib’ datang ke Tanjung Redeb karena di sini ada batik, kain tenun alam, ada kuliner dan merchandise khas Berau yang juga sangat menarik untuk dikunjungi dan dibeli,” seru Norbaiti.

Berita lain untuk anda