Minyak Kelapa Sawit milik PT BIO yang akan diekspor (Ist/TN)

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Merauke melakukan pengawasan terhadap lalu lintas pertanian dan produk turunannya meski di tengah wabah Covid-19 yang kini memasuki adaptasi tatanan normal baru.

Senin (27/7/2020), Karantina Pertanian Merauke melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap komoditas ekspor pertanian, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sekitar 7.351 ton minyak kelapa sawit (CPO) senilai Rp 55,98 miliar yang berasal dari sepuluh tank penampungan milik PT. Bio Inti Agrindo yang dimuat ke dalam kapal Sinosea Cherry untuk diekspor ke India.

Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman, mengatakan ekspor CPO dari Kabupaten Merauke trennya meningkat. Dalam tahun 2020, dengan yang saat ini sudah lima kali melakukan ekspor.

“Ini tentunya peluang bagi Karantina Pertanian Merauke untuk dapat terus berkontribusi dalam mengawal akselerasi ekspor agar dapat berdaya saing,” ujarnya di Merauke.

Sesuai UU No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (KHIT), setiap media pembawa hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, tumbuhan dan hasil produk tumbuhan yang akan dilalulintaskan, wajib dilaporkan kepada petugas karantina untuk dilakukan pemeriksaan sebelum diterbitkan dokumen karantina.

Berdasarkan data otomasi Karantina Pertanian, IQFAST, tercatat sertifikasi ekspor CPO melalui Karantina Pertanian Merauke periode Januari-Juni 2020 telah dilakukan sebanyak empat kali.

Pada Januari tercatat 6.300 ribu ton dengan nilai Rp 51,6 miliar, dilanjutkan pada bulan April disertifikasi sebanyak dua kali, dengan total volume 6.801 ribu ton atau senilai Rp 111 miliar. Dan terakhir Juni tercatat 5.951 ton dengan nilai 35,6 miliar.

Untuk diketahui, Kabupaten Merauke merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berpotensi besar untuk terus meningkatkan produk ekspornya.

Dengan ketersediaan lahan yang luas, keragaman produk, dan peluang pangsa pasar yang strategis serta dukungan dari seluruh stakeholder, tidak menutup kemungkinan roda perekonomian Merauke akan terus bertumbuh dengan baik.

“Sejalan dengan itu, Karantina Pertanian Merauke akan selalu siap untuk mengawal akselerasi ekspor di Merauke,” jelas Sudirman.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, pihaknya akan terus mendorong ekspor pertanian dengan melakukan fasilitasi ekspor komoditas pertanian melalui program GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Ekspor Pertanian) sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Sebagaimana arahan Bapak Menteri, kami akan tetap mendorong ekspor sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan atau nilai tambah, baik petani maupun pelaku agribisnis di tengah keterbatasan karena pandemi Covid-19,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda