Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman, dan jajaran melakukan pertemuan dan diskusi secara virtual bersama Ketua dan Anggota DPRD Kota Ternate. Diskusi secara virtual ini digelar di eksekutif room lantai 3, Kamis (4/6). Foto-Ist/TN

Ternate, TN – Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman dan jajaran melakukan pertemuan dan diskusi secara virtual bersama Ketua dan Anggota DPRD Kota Ternate. Diskusi secara virtual ini digelar di eksekutif room lantai 3, Kamis (4/6).

Pertemuan tersebut membahas, terkait penanganan Covid-19 diantaranya diskusi soal implementasi Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang wajib masker.

Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailussi dalam wawancaranya menyebutkan, pertemuan virtual bersama Wali Kota Ternate, persoalan yang dibahas, menyangkut dengan penanganan Covid-19 hingga pasca serta diskusi tentang Perwali wajib masker.

“Jadi kita melakukan relaksasi terbatas, sehingga kita lebih mengarah pada sektor ekonomi, untuk aktifitas pasar dan restoran,” ucap dia.

Dia juga menyebutkan, dalam diskusi tersebut sempat membahas kesiapan pemda, terkait bantuan sosial (bansos), untuk tahap selanjutnya.

“Dari DPRD meminta tambahan hingga tiga tahap, dan mudah-mudahan diakomodir. Tetapi untuk tahap kedua sudah diakomodir, yang disesuaikan dengan alokasi anggaran pemda, dan satu dua hari alokasi anggarannya sudah ada yang nanti disampaikan ke DPRD,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman menyebutkan, ada beberapa hal yang dibicara soal penanganan Covid-19, dan anggaran bansos sekaligus dengan menggratiskan biaya rapid test bagi anak sekolah, mahasiswa yang keluar Maluku Utara dan supir lintas.

“Tadi, DPRD juga menyarankan kalau ada bansos berikutnya, sebaiknya dalam bentuk uang tunai saja, dan itu kita telah bersepakat dengan tujuan untuk membantu masyarakat di tengah pandemi ini,” ucap Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, rapid test juga akan diberlakukan gratis, tapi hanya untuk anak sekolah, mahasiswa dan supir lintas.

Wali Kota berharap, hal yang sama juga diberlakukan kepada para sopir lintas kabupaten/kota yang membawa logistik kebutuhan pokok di setiap daerah, sebab mereka ini juga mendukung kegiatan pemerintah di sektor ekonomi.

“Mereka ini bisa dikategorikan stakeholder yang mendukung, dan membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, melalui logistik kebutuhan pokok masyarakat. Saya berharap, kabupaten/kota lain bisa sama dengan kami,” harap Wali Kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita lain untuk anda