Berita

Pemkab Raja Ampat dan Tim Penyuluh Covid-19 Sasar Wilayah Strategis

×

Pemkab Raja Ampat dan Tim Penyuluh Covid-19 Sasar Wilayah Strategis

Sebarkan artikel ini
Rapat kordinasi tim penyuluh Covid-19 bersama Pemkab Raja Ampat. Foto Humas R4.

Waisai, TN- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi Corona Virus Desiasi (Covid-19) di empat lokasi atau wilayah starategis di Raja Ampat.

Tim penyuluh terdiri dari tim kesehatan, pimpinan OPD, TNI, Polri dan Satpol PP. Mereka akan bergerak ke empat lokasi utama melakukan sosialisasi Covid-19, upaya pencegahan dan sosialisasi tentang Maklumat Kapolri.

“Selain Distribusi ADP dan sembako, Tim akan menyampaikan hal-hal penting dalam bahasa sederhana sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Menyampaikan informasi akurat tentang Covid-19 dan upaya pencegahannya dan Tim Polres Raja Ampat menyampaikan maklumat KAPOLRI,” ujar Sekda Raja Ampat, Yusuf Salim, M.Si, Senin (6/4).

Tim penyuluhan akan berangkat menuju empat lokasi yang telah ditentukan sebagai wilayah starategis penyebaran viris berbahaya tersebut, sesuai jadwal dan lokasi penyuluhan sebagai berikut :
Selasa, 07/04/20:
• Tim 1: Teluk Mayalibit-Waigeo Timur-Wawarbomi, Waigeo Utara-Supnin
• Tim II: Salawati-Batanta
• Tim III: Waigeo Selatan-Meosmansar-Waigeo Barat-Waigeo Barat Daratan-Kofiau
• Tim IV: Misool Raya.

Sementara itu, bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE (AFU) menyatakan Pemerintah Daerah terus melakukan upaya-upaya setrategis guna pencegahan penyebaran Covid-19 di Raja Ampat.

“Pertama, kita terus bersinergi, berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Propinsi. Sekolah tetap diliburkan dan ASN kerja dari atau di rumah sampai tanggal 21 April, Distribusi sembako, APD, Sosialisasi Covid-19 kepada masyarakat, Pengawasan pada pintu-pintu masuk, dan kegiatan lainnya, tidak hanya di kota Waisai tetapi juga di Distrik atau Kampung,” tegas bupati AFU.

“Tim harus bisa menyampaikan informasi-informasi akurat bagi masyarakat kampung, berikan pemahaman yang baik. Kita juga bagi sembako dari rumah ke rumah. Kita turun meskipun dalam keadaa cape dan keterbatasan, kita tetap turun dan penuh semangat,” lanjutnya.

Hal lain yang ditegaskannya, yakni sinkronisasi data mulai dari tingkat Kampung, Distrik hingga Kabupaten.
“ Kita perlu menyiapkan dan menyampaikan data lewat satu pintu sehingga informasi-informasi yang disebarkan akurat dan tidak menciptakan kepanikan atau kepanikan di tengah masyarakat,” tegas AFU. (L. Pajo)