Berita

Dinsos Sulsel Diminta Segera Salurkan Bantuan ke Warga

×

Dinsos Sulsel Diminta Segera Salurkan Bantuan ke Warga

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Foto-Ist/TN

Makassar, TN – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), diminta untuk segera menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19).

1566
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

“Supaya tidak tumpang tindih, maka kita akan bersama-sama dengan Dinas Sosial, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Kita berharap betul-betul bantuan sembako dari organisasi kemasyarakatan, dari pengusaha ini, bisa cepat disalurkan,” ungkap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kepada wartawan, di Makassar, Selasa (14/4)

Masyarakat terdampak Covid-19 yang dimaksudkan yakni, tukang ojek, tukang becak, buruh harian dan karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Saya kira ada program yang dibiayai oleh APBN juga seperti pra kerja, PKH, dan non PKH. Namun, kita akan prioritaskan bagi saudara-saudara kita yang kena PHK, dan yang dirumahkan,” jelasnya.

Dalam kapasitas sebagai Ketua Gugus Pencegahan Covid-19 Provinsi Sulsel, Nurdin Abdullah menegaskan, agar bantuan yang diberikan nanti tepat sasaran.

“Saya kira itu intinya. Saya tekankan jangan ada dobel-dobel, maka kita harus punya data yang akurat, siapa mengerjakan apa, siapa mendapat apa. Itu yang penting dalam tim ini. Makanya, ini harus cepat disalurkan, supaya ini cepat sampai ke masyarakat,” urainya.

Bantuan berupa sembako dan Alat Pelindung Diri (APD), seperti masker dan sarung tangan akan diberikan kepada pekerja di sektor informal, yang tentu pendapatan kesehariannya sudah berkurang. Menurut dia, saat ini para tukang ojek, tukang becak dan buruh harian sudah tidak dapat pendapatan karena tidak ada penumpang.

“Untuk menyambung hidup mereka, ini partisipasi semua pihak termasuk Pemkot, Pemkab, Pemprov, ditambah lagi pengusaha yang ada disini, organisasi-organisasi kemasyarakatan yang banyak membantu,” tandas dia.