Berita

Bosowa Serahkan Bantuan ke Pemprov Sulsel Tangani Covid-19

×

Bosowa Serahkan Bantuan ke Pemprov Sulsel Tangani Covid-19

Sebarkan artikel ini
PT. Bosowa melalui program Bosowa Peduli menyerahkan sejumlah alat medis ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Jumat (10/4). Bantuan ini diterima langsung Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Foto-Ist/TN

Makassar, TN – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Sulsel, salah satunya PT. Bosowa.

PT. Bosowa melalui program Bosowa Peduli menyerahkan sejumlah alat medis ke Pemprov Sulsel yang menjadi kebutuhan rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

Bantuan yang diberikan lansung oleh Perwakilan Bosowa, Munafri Arifuddin kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah berupa dua unit ventilator, dua unit patien monitor dan 40.000 Pleces Flocked Swab (PFS) yang didatangkan langsung dari Shenzen, Tiongkok.

Sebelumnya, telah diserahkan pula sejumlah alat seperti real time PCR yang berfungsi sebagai alat diagnostik keberadaan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19, BSC level 2 A2 merupakan alat untuk mengejakan pemeriksaan sampel dengan tingkat keamanan yang tinggi, Swab Nasofaring merupakan bahan yang digunakan untuk mengambil sampel swab hidung dari pasien sebanyak 40.000 pcs, micropippet, alat reagen RT-PCR dan alat ventilator. Semuanya diserahkan secara bertahap.

Bantuan yang datang dari berbagai kalangan ini mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, yang juga Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19.

“Apresiasi Pemprov kepada Bosowa Group, hari ini dia membantu kita dua ventilator, satu ke Rumah Sakit Unhas, satu ke Rumah Sakit Dadi,” ungkap Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Sabtu (11/4).

Dirinya meyakini, jika semua berpartisipasi sama-sama melawan Covid-19, Pemprov Sulsel akan sedikit terbantu untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini. “Saya kira Insyaallah kalau semua berpartisipasi, saya kira Pemprov nggak menjadi berat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ventilator merupakan alat kesehatan yang cukup mahal, dan sangat langka untuk didapatkan. Dengan bantuan dari Bosowa Peduli, Rumah Sakit Pendidikan Unhas dan Rumah Sakit Dadi, akan sedikit terbantu.

“Ventilator ini kan membantu pernafasan. Jadi barangnya mahal. Mulai dari Rp 800 juta sampai Rp 2 miliar. Jadi ventilator itu tidak semua rumah sakit memiliki. Khusus kita di Sulsel ini, Alhamdulillah hampir semua rumah sakit memiliki ventilator. Rumah Sakit Daya pun memiliki tiga ventilator,” tandasnya.