Sosialisasi tentang pengunaan dana stimulan kepada warga Kelurahan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, yang disampaikan Sekretaris BPBD Kota Ambon, Eva Tuhumury yang didampingi Camat Sirimau, Meggy Martje Lekatompessy, di aula kantor Kecamatan Sirimau, Kamis (30/7) siang. Foto-Rudy Sopaheluwakan/TN

 714 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Warga yang terdampak bencana alam gempabumi 26 September 2019 “membombardir” Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon dengan sejumlah pertanyaan, saat sosialisasi kepada warga Kelurahan Karang Panjang tentang penggunaan dana stimulan.

Sosialisasi ini disampaikan Sekretaris BPBD Kota Ambon, Eva Tuhumury yang didampingi Camat Sirimau, Meggy Martje Lekatompessy, di aula kantor Kecamatan Sirimau, Kamis (30/7) siang.

Seluruh warga yang hadir dalam sosialisasi itu marah, dan tidak setuju, jika dana bantuan dari Pemerintah Pusat (Pempus) lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikelolah oleh kelompok yang nanti dibentuk di tingkat kelurahan.

“Uang itu kan bantuan pemerintah pusat, bahkan Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah mengintruksikan, agar rumah warga dalam jangka waktu 6 bulan harus sudah dibangun. Tapi kok di Kota Ambon kita dipingpong seperti ini. Ada apa sebenarnya? Apakah juknis untuk Maluku dan provinsi lain yang juga terkena bencana alam gempabumi berbeda?,” tanya Risky Tasijawa, seorang warga terdampak gempabumi 26 September 2019 dalam sosialisasi tersebut.

Menurutnya, kelompok tidak perlu lagi dibentuk, dan tanggung jawab untuk penggunakan anggaran pembangunan rumah tersebut langsung diserahkan kepada warga terdampak, agar proses perbaikan rumah yang rusak bisa segera dilakukan.

Risky menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam hal ini BPBD terlalu bertele-tele, dan sepertinya mengulur waktu. Dia juga mempertanyakan dana stimulan yang telah dikirim ke rekening masing-masing penerima, yang adalah mereka yang terdampak gempabumi.

“Kami tidak tahu apakah anggaran itu sudah benar-benar ditransfer ke rekening masing-masing penerima ataukah belum. Kami takutkan anggaran itu belum ditransfer, sehingga mereka mengulur-ulur waktu. Yang jelas kami tidak terima, jika juknisnya seperti itu,” tegas dia.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Ambon, Eva Tuhumury kepada Teropongnews.com, usai sosialisasi mengatakan, dirinya bukan pengambil kebijakan. Kebijakan ini diambil oleh BNPB untuk menggunakan dana stimulan ini.

“Tugas saya hanya mengsosialisasikan penggunaan anggaran ini kepada warga yang terdampak bencana alam gempabumi. Pemanfaatannya dalam bentuk seperti tadi yang sudah sosialisasikan. Kalau menurut warga tidak sesuai dengan keinginan, dan mau dilaksanakan oleh orang per orang, maka saya tidak bisa putuskan, karena saya bukan pengambil kebijakan,” kata Eva.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh warga, akan dicatat oleh dirinya, yang kemudian diteruskan kepada yang memiliki kewenangan untuk menetapkan kembali revisi atau tidaknya pemintaan ini.

Fungsi pembentukan kelompok ini, kata dia, untuk pemberdayaan masyarakat. Kelompok sendiri, lanjut Eva, yang akan merencanakan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan bukti-bukti penggunaan anggaran itu.

“Intinya, masing-masing kelompok itu akan dibentuk per kelurahan. Jadi, kelompok ini tidak bisa kita bentuk berdasarkan klasifikasi kerusakan, karena tempat tinggalnya tidak pada satu lokasi. Kalau per kelurahan, maka akan lebih mudah. Kelompok ini nanti terdiri dari warga terdampak itu sendiri,” tandas Eva.

Berita lain untuk anda

Jalur Masuk ke Maluku Segera Dibatasi

 776 total views (dibaca)  776 total views (dibaca) Ambon, TN – Agar bisa memutuskan mata rantai penyebaran…

Dominggus : Penggunaan Vaksin COVID-19 Dimulai Pekan Depan

 663 total views (dibaca)  663 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MANOKWARI– Presiden Joko Widodo dijadwalkan lakukan pencanangan penggunanaan…

Peringati Hari Pahlawan, Kodim 1707/Merauke Laksanakan Bakti Sosial

 708 total views (dibaca)  708 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Komandan Kodim 1707/Merauke Letnan Kolonel Czi…

Songsong HUT Lantas ke-65, Ini Yang Dilakukan

 702 total views (dibaca)  702 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Menyongsong HUT Lantas ke-65, Satuan Lalu…

Pit-Matret Akan Laporkan Ke Polisi Penyebar Isu ‘Register Kampung Palsu’

 774 total views (dibaca)  774 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, BINTUNI – Kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil…

Tukang Ojek Pangkalan Kaget Dapat Bantuan Langsung Dari Wagub

 726 total views (dibaca)  726 total views (dibaca) Makassar, TN – mewabahkanya Virus Corona (Covid-19) memberikan dampak…

Titik: Jangan Takut atau Malu, Covid-19 Bukan Aib

 716 total views (dibaca)  716 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Jumat…

Babinsa Merauke dan Warga Kerjasama Membangun Parit0

 652 total views (dibaca)  652 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Guna menjalin serta meningkatkan kerjasama yang…

2 Pemotor Terlibat Kecelakaan Maut Di KM. 12 Masuk, Satu Orang Tewas Seketika

 768 total views (dibaca)  768 total views (dibaca) TEROPONGNEWS. COM, SORONG – Seorang pengendara sepeda motor berinisial…

dr. Nevile: Tekan Disabilitas Kusta Butuh Peran Bersama

 758 total views (dibaca)  758 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke merupakan daerah…