2,335 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, ROMA – Takhta Suci Vatikan menegaskan akan terus memperjuangkan perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang berperang hampir satu tahun dan belum ada tanda-tanda berhenti. Oleh karena itu, Vatikan mendukung Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) yang berkampanye untuk terwujudnya perdamaian dunia.

Demikian dikemukakan Scretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin saat menerima delegasi PWKI di kantornya di Vatikan, Selasa (15/11/2022).

Sebanyak 18 orang delegasi PWKI mengadakan kunjungan resmi ke Vatikan yang dipimpin oleh Mayong Suryolaksono sebagai Ketua Delegasi dan didampingi Penasihat PWKI AM Putut Prabantoro. Kunjungan itu didasarkan pada amanat Pembukaan UUD 1945 tentang perdamaian dunia dan Dokumen Abu Dhabi yang ditandatangani pada Februari 2019.

“Vatikan akan terus memperjuangkan perdamaian di dunia khususnya di Ukraina. Perang Ukraina sudah berlangsung setahun tapi belum ada tanda-tanda bakal berakhir, ini sangat memprihatinkan,” tutur Mgr Parolin.

Oleh karena itu, Kardinal Parolin menyatakan Vatikan sangat mendukung langkah PWKI untuk menyebarkan semangat perdamaian dan persaudaraan mengingat saat ini perdamaian di dunia sulit dicapai dan bahhkan untuk dapat membuka ruang negosiasi.

“Vatikan sudah menawarkan diri kepada kedua belah pihak yang bertikai sebagai poin netral pertemuan atau negosiasi namun hingga saat ini belum mendapat tanggapan. Belum ada tanggapan positif, sementara perang sudah banyak memakan korban,” ujarnya.

Lebih jauh Kardinal Parolin mengungkapkan jika melihat peta dunia, sebenarnya bukan hanya Ukraina saja yang dilanda perang, di beberapa tempat di dunia juga mengalami kondisi atau situasi yang buruk. Karena itu lah Paus Fransiskus bersama Sheikh Ahmad al-Tayyeb, Imam Besar Al Azhar pada 4 Februari 2019 di Uni Emirat Arab menerbitkan dokumen Abu Dhabi terkait human fraternity atau persaudaraan manusia untuk perdamaian.

Setelah pandemi Covid-19, tandas Parolin, memang dunia jadi berbeda. Jawaban Gereja Katolik terhadap kondisi ini, lanjutnya, adalah human fraternity. Itu solusi yang paling tepat untuk kondisi saat ini. “Karena itu kami berterima kasih jika jurnalis Katolik Indonesia (PWKI) memperjuangkan human fraternity,” ucapnya.

Parolin merasa prihatin, wartawan yang seharusnya mendukung perdamaian akhir-akhir ini justru malah sebaliknya membuat kekacauan dengan berita-berita negatif. Mereka menerbitkan berita bohong, hoaks, yang justru menimbulkan konflik dan menjauhkan dari perdamaian.

“Maka tepat sekali jika PWKI memilih tema Human Fraternity sebagai basis perjuangan karena itu memang hal yang seharusnya diperjuangkan oleh wartawan,” ucapnya.

Kepada Delegasi PWKI ke Vatikan, Kardinal Parolin berpesan sama seperti halnya disampaikan Paus Fransiskus agar tidak membuat tembok penghalang atau pembatas, tetapi membangun jembatan persaudaraan agar perdamaian tercapai. Salah satunya bekerja sama dengan pihak lain.

Kardinal memahami bahwa Indonesia adalah Negara dengan pluralisme sangat tinggi dengan umat Katolik yang minoritas maka persaudaraan menjadi sangat penting untuk terus diperjuangkan.

Setelah PD II dan multilateralisme berakhir, sambung Parolin, semangat untuk berdialog pun tersu melemah. Multilateralisme hilang dan berganti dengan interest pribadi. Negara mulai berani angkat senjata untuk mendukung interest pribadi dan egoism negaranya. Nafsu dan kerakusan menjadi nomor satu atau passion yang buntutnya menimbulkan perang.

“Di sinilah misi jurnalis terutama jurnalis Katolik untuk mengajak atau mengedukasi masyarakat menjadi orang baik yang bisa melawan nafsu, egoisme dan kerakusan dalam diri meraka. Saya melihat PWKI punya energi untuk melakukan itu,” pungkasnya.

Kunjungan resmi PWKI ke Vatikan mengambil thema Journalists & Human Fraternity. Dalam penjelasannya kepada Kardinal Pietro Parolin, Putut Prabantoro menegaskan bahwa PWKI meyakini bahwa meski tidak diketahui kapan, perang antar dua negara itu akan selesai dengan belajar dari runtuhnya Eropa Timur dan Uni Soviet yang melibatkan Vatikan. Namun banyaknya analisa luar negeri yang berbicara tentang perang nuklir, Putut Prabantoro, yang juga Taprof bid. Ideologi dan Sosbud Lemhannas RI, kampanye perdamaian PWKI dimaksudkan agar perang tidak membesar dan meluas yang melibatkan berbagai negara.

“Kampanye perdamaian ini sebagai bentuk nyata dari pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945 tentang perdamaian dunia. Setiap warganegara Indonesia harus terlibat dalam perwujudan perdamaian dunia. Dan sebagai orang Katolik, kampanye perdamaian ini didasarkan pada Dolumen Abu Dhabi,” tegas pendiri PWKI itu.

Pada Februari 2019, Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syekh Ahmed El Sayyeb di Abu Dhabi menandatangani dokumen Human Fraternity for World Peace and Living Together.

Putut Prabantoro juga menegaskan, meski upaya mewujudkan perdamaian seperti menegakkan benang basah, harus ada yang terus menggaungkannya. Perdamaian lebih baik daripada perang seadil apapun.

Berita lain untuk anda

Astaga! Sembilan Daerah di Kaltim Masuk Zona Merah

 1,430 total views (dibaca)  1,430 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SAMARINDA – Per 20 Desember 2020, dari 10…

Pendaftaran Kartu Prakerja Tahap Pertama Mulai Dibuka

 1,396 total views (dibaca)  1,396 total views (dibaca) Ambon, TN – Pemerintah Pusat (Pempus) secara resmi membuka…

Hillary Lasut: Masyarakat Harus Stay At Home

 1,761 total views (dibaca)  1,761 total views (dibaca) Talaud, TN – Anggota Komisi I DPR-RI daerah pemilihan…

Pemprov Papua Diminta Perhatikan Infrastruktur Jalan di Merauke

 1,603 total views (dibaca)  1,603 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – DPRD Kabupaten Merauke terus mendorong pemerintah…

Sejumlah Toko di Kabupaten Sorong Disidak

 1,556 total views (dibaca)  1,556 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM,SORONG -Polres Sorong bersama Perindagkop Kabupaten Sorong serta tim…

Pemprov Dukung Pembangunan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Makassar

 1,517 total views (dibaca)  1,517 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Sulawesi Selatan…

Protokol Kesehatan dan Vaksin, Senjata Ampuh Memutus Mata Rantai Covid-19

 1,445 total views (dibaca)  1,445 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan secara…

Dijual Via Online, Puluhan Botol Miras Diamankan Polisi

 1,412 total views (dibaca)  1,412 total views (dibaca) Merauke, TN – Minuman keras (miras) tradisonal jenis sopi…

8 Kelompok Usaha di Kampung Mutus Jadi Prioritas Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan

 1,419 total views (dibaca)  1,419 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT- Yayasan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI)…

Pastor Amo: Home Industri Mengangkat Harkat dan Martabat OAP

 1,382 total views (dibaca)  1,382 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Pastor Anselmus Amo, MSC memberikan apresiasi…