Padang Savana Kebar, kabupaten Tambrauw provinsi Papua Barat, dengan latar yang tak ada taranya. Foto : YM2P/TN

 1,474 total views (dibaca)

TEROPONGNEWS.COM, TAMBRAUW- Kabupaten Tambrauw adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat. Pusat pemerintahan atau ibukota berada di Fef. Kabupaten ini pada tahun 2010 memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Indonesia.

Namun kabupaten Tambrauw ini memiliki Sumber Daya Alam yang sangat melimpah, hutan dengan segala isinya kekayaan alamnya tersebar hampir di semua distrik.

“Distrik Kebar, negeri Savana dari Tambrauw, percakapan Fasilitator Sekolah Konservasi Tambrauw, Negeri yang terindah di Provinsi Papua Barat adalah Kebar Kabupaten Tambrauw,” ujar Maria Sesa, seorang fasilitator Sekolah Konservasi Tambrauw (SKT).

Maria mengungkapkan rasa kagumnya melihat Padang Savana Kebar dengan latar yang tak ada taranya. Padang savana ini ibarat tempat tidur berkelas pada hotel bintang tujuh.

“Maka kita akan tidur menikmatinya dihiasi langit penuh bintang di malam hari tanpa air conditioner, tidak perlu memanggil seorang juru tv untuk menyetel program berita perang di Ukraina atau channel National Geography untuk mengulas kehidupan liar di Afrika,” ungkapnya serasa Padang Savana itu benar-benar hotel bintang 7.

Hari itu, Selasa 7 Juni 2022, sepanjang pagi, anak-anak Kebar sudah berkumpul dari berbagai kampung di sekitar Kebar Timur, Pubuan, Inam, Akmuri, Wasangon dan Kebar.

Mereka mengikuti Sekolah Konservasi Tambrauw, sebanyak 190 anak dan 20 guru terlibat secara interaktif dalam program Konservasi untuk masa depan Tambrauw.

Program ini dikemas oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Tambrauw, bekerjasama Dengan Yayasan Mange Mange Papua. Program tersebut menyasar anak kelas III hingga kelas VII di Kabupaten Tambrauw.

Sementara itu, sejalan dengan program merdeka belajar dimana lingkungan sekitar anak merupakan sumber ilmu pengetahuan, guru hanya membimbing agar anak menemukan sumber pengetahuan itu, berinteraksi dengannya dan memberi efek psikologis bagi anak sehingga merangsang kognitif menjelajah lebih jauh dari pengetahuan yang sudah anak-anak miliki, kata kepala Sekolah SMP Negeri 9 Kebar dalam pembukaan kegiatan Sekolah Konservasi Tambrauw.

“Anak-anak belajar tentang tantangan cendrawasih dan tantangan hidupnya, mereka belajar juga tentang masa depan air bersih setelah 100 tahun Indonesia merdeka, seandainya hutan Kebar ditebang habis; manfaat hutan untuk energi baru terbarukan yang tergantung pada ketercukupan air dari sungai-sungai yang mengalirkan air dari pegunungan hutan Tambrauw. Disamping ekosistem hutan, anak-anak diperkenalkan dengan ekosistem pesisir dan interaksi antara keduanya,” jelas Ema Siloni, Penanggungjawab program Pendidikan Konservasi, YM2P.

Kembali ke Merry Sesa, dirinya masih merasa kagum terhadap alam Savana Kebar. “Berada di Padang Savana ini terasa membayar lunas kecapaian dan kelelahan perjalanan hampir 10 jam dari Sorong. Cerita bukit Teletabis dan Kebar sudah kami dengar lama sekali. Alamnya indah, meluksikan keindahan dan kebaikan Tuhan bagi masyarakat Kebar dan tanah Papua,” Kata Merry, sapaannya sehari hari.

Selain Merry, seorang fasilitator lain, Oktovina Kondologit dan Vivi Kawer, mengatakan. “Savana Kebar, satu dari keajaiban alam yang dititip Tuhan di tanah Tambrauw, selain puncak Salju di tanah Amungme dan keajaiban bawah laut Raja Ampat”.

Tak terasa hari semakin sore, kami akan segera meninggalkan padang Savana Kebar untuk kembali ke penginapan milik PEMDA Tambrauw.

“Kalau kita mampu hidup berdampingan dengan alam, harmonis dengan alam, saya pikir tidak ada virus yang habitatnya terganggu. Saya teringat seorang bernama, David Quammen, kata Octovina Kondologit seorang fasilitator YM2P yang energik. David, penulis tentang alam dan kehidupan liar, menulis pada salah satu surat kabar Internasional,” katanya.

Meringkas siklus dan penyebab munculnya banyak penyakit. Dikatakan oleh Quammen bahwa virus, bakteri dan kuman, kehilangan tempat tinggal akibat hutan dan alam diinvasi manusia untuk keperluan hidup maupun keserakahan.

“Kita memotong pohon, memburu binatang, merenggut mereka dari habitatnya, bahkan menjualnya ke pasar untuk dimakan membuat virus kehilangan rumah alamiahnya. virus2 itu, kehilangan rumahnya dan mereka mencari inang baru dan inang barunya adalah tubuh manusia.”

Hari akan segera malam, perjalanan kami meninggalkan padang Savana semakin jauh, ketika langit memancarkan cahaya keemasannya, menambah keindahan padang Savana dari kejauhan. Kami akan menginap semalam lagi di Kebar, besok paginya melanjutkan program Sekolah Konservasi Tambrauw di kampung Siakwa, distrik Miyah. (Alberth Nebore)

Berita lain untuk anda

Gubernur Kaltara Divaksin Untuk Pertama Kalinya

 414 total views (dibaca)  414 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal…

Pemprov Kalsel Optimis Mampu Pulihkan Ekonomi dan Beri Pelayanan Publik Terbaik

 424 total views (dibaca)  424 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan optimis,…

Pangkoopsau III Kunjungi Pangkalan Lanud JA Dimara Merauke

 467 total views (dibaca)  467 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Sebagai pejabat baru, Panglima Komando Operasi…

Kadinkes Tak Membantah Jika Kota Ambon Kembali ke Zona Merah

 440 total views (dibaca)  440 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Kota Ambon lewat rilis yang disampaikan…

Pemprov Kaltim Gelar Simulasi Kick Off Vaksinasi Covid-19

 462 total views (dibaca)  462 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim)…

BKD Kaltara Tunggu Pertimbangan Teknis BKN

 518 total views (dibaca)  518 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, TANJUNG SELOR – Tahap pemberkasan pada seleksi penerimaan…

Pemprov Sulsel Bantu Korban Kebakaran di Takalar

 426 total views (dibaca)  426 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bertindak…

Sikapi Inpres Nomor 9 Tahun 2020, Bappeda Kabupaten Jayapura Gelar Pertemuan

 418 total views (dibaca)  418 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA – Rapat Tim merespons Inpres Percepatan Pembangunan…

Bupati Merauke: Kemandirian Daerah Harus Nampak Melalui PAD

 434 total views (dibaca)  434 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengemukakan, kemandirian…

Gubernur Maluku: Ayo, Kita Perang Melawan Narkoba

 421 total views (dibaca)  421 total views (dibaca) TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Murad Ismail mengajak seluruh…