BeritaPolitik

Tokoh Representatif NU-Muhammadiyah Dinilai Ideal Dampingi Tokoh Moi Dalam Pilkada Kabupaten Sorong

×

Tokoh Representatif NU-Muhammadiyah Dinilai Ideal Dampingi Tokoh Moi Dalam Pilkada Kabupaten Sorong

Sebarkan artikel ini
Wiryawan K. Wisnu Brata Ketua Lembaga Hikmah dan Kajian Publik (LHKP) Muhammadiyah Kabupaten Sorong
Wiryawan K. Wisnu Brata Ketua Lembaga Hikmah dan Kajian Publik (LHKP) Muhammadiyah Kabupaten Sorong

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Gaung Pilkada sudah begitu kuat ditengah masyarakat di seluruh Provinsi Papua Barat Daya (PBD), terkhusus Kabupaten Sorong. Dimana bakal calon Wakil bupati (Wabup) menjadi kunci untuk memenangkan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Sorong bulan November 2024 mendatang.

Saat ini ditengah masyarakat yang paling santer disebut dan digadang-gadang bisa dicalonkan menjadi calon wakil bupati Sorong diantaranya ada KH. Ahmad Sutedjo yg merupakan Rois Syuriah NU Kab. Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si, Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong.

“Beliau berdua adalah sesepuh NU -Muhammadiyah yang kita tidak ragukan lagi kapasitasnya sebagai pengayom organisasi muslim terbesar di Kabupaten Sorong,” tulis Wiryawan K. Wisnu Brata selalu Ketua Lembaga Hikmah dan Kajian Publik (LHKP) Muhammadiyah Kabupaten Sorong melalui siaran pers yang diterima redaksi Teropong News, Minggu (14/4/2024).

Bukan hanya dua figur itu saja, Wisnu sampaikan, bermunculan pula datang dari kalangan Muda KH. Rofi’ul Amri dan Mukhlas Triono, M.Pd.

“Beliau berdua saat ini masing-masing merupakan Ketua PCNU dan Ketua PD. Muhammadiyah Kab. Sorong. Artinya, jika dipandang dari segi struktural kepemimpinan, keduanya merupakan representasi dari tokoh muda terbaik di kalangan NU-Muhammadiyah. Sementara jika dilihat dari basis massa, maka keterpilihan keduanya sebagai ketua dari dua organisasi massa Islam terbesar di Kabupaten Sorong, tentu menggambarkan elektabilitas di akar rumput yang juga menjanjikan.” tulisnya.

Masih ada lagi figur lain yang sedang mengeliat pula mencuat kepermukaan, kemudian dari kalangan politisi sendiri ada H. Ir. Eko Tavip Maryanto, M.T, ada Ir. Rohkman, M.T dan Mawardi Nur, S.E.

“Ketiganya adalah anggota DPR aktif yang kalau kita lihat memiliki irisan-irisan NU-Muhammadiyah dan memiliki modal politik yang kuat, ” tulis Wisnu.

Dari nama-nama tersebut, menurut Wisnu, sangat Ideal jika nama-nama tersebut bisa masuk dalam bursa calon wakil bupati sorong.

Dipaparkannya, Pemimpin daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Sorong idealnya harus punya kapasitas tidak hanya dalam pengelolaan tata pemerintahan akan tetapi harus punya modal sosial keumatan yang tentunya kuat dan mengakar, karena salah satu pilar suksesnya pemerintahan pembangunan adalah kuatnya dukungan sosial keumatan.

Kalau melihat NU-Muhammadiyah hari ini bahwa dua organisasi ini menjadi garda terdepan bagi kemajuan sebuah daerah terlebih bagi bangsa dan negara.

Dibidang pendidikan misalnya tanya saja ke Muhammadiyah berapa banyak output SDM yang lahir dari lembaga pendidikan Muhammadiyah dari TK hingga Perguruan Tinggi.

Dibidang sosial keagamaan tanya saja NU, ada berapa banyak pesantren dan Pondok yang telah menghasilkan santri-santri hebat. Yang lebih utama NU-Muhammadiyah telah menjadi benteng terakhir Toleransi Umat Beragama terkhusus di Kabupaten sorong.

Tidak heran tokoh-tokoh tersebut menurut Wisnu, layak dan Ideal dipertimbangkan untuk mendampingi Tokoh Moi untuk maju pada Pilkada kabupaten sorong tahun 2024 ini.