BeritaPemerintahan

Satpol PP Merauke Segel Satu THM karena Dua Pelanggaran Ini

×

Satpol PP Merauke Segel Satu THM karena Dua Pelanggaran Ini

Sebarkan artikel ini
Penyegelan di THM KNS 3 Seringgu Merauke. Foto-Ist/TN
Penyegelan di THM KNS 3 Seringgu Merauke. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Cafe dan Karaoke JB menjadi salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Ruko KNS 3 Seringgu Merauke, Papua Selatan yang disegel Satpol PP, Rabu (3/4/2024) karena melakukan dua pelanggaran.

1727
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Pertama, tidak membayar pajak atau menunggak pajak selama satu tahun, dan kedua, melanggar edaran Bupati Merauke terkait jam operasional selama Hari Raya Paskah dan bulan puasa ini.

“Dan juga sudah berulang kali kita ingatkan juga tetapi masih tetap tidak mematuhi, sehingga tadi kita lakukan penutupan sementara,” ucap Kasatpol PP Kabupaten Merauke, Fransiskus Kamijai usai penyegelan.

Dikatakan, penutupan sementara ini akan berlangsung sampai pemilik THM melunasi pajaknya di Badan Pendapatan Daerah, dan dilihat apakah selama penutupan berlangsung pemilik patuh atau tetap melakukan pelanggaran. Jika nanti masih bersih keras untuk menerima pengunjung selama masih disegel maka akan dicabut perizinannya.

“Kalau nanti masih melakukan operasi/dibuka maka kita bisa sampai dengan pencabutan izin, ” tegas Fransiskus.

Sementara itu, dua outlet minuman keras (Miras) setelah penuhi panggilan Satpol PP, mereka dikenakan sanksi adminitrasi berupa denda yang harus dibayar ke Bapenda. Masing-masing bervariatif ada yang harus bayar Rp 7.500.000 dan 5.000.000.

Semetara satu outlet miras yang tersisa belum memenuhi panggilan Satpol PP, dan kembali dilakukan pemanggilan kedua kepada pihak tersebut.

Ketiga outlet Miras dan satu THM ini sebelumnya dipanggil Satpol PP karena melakukan pelanggaran tidak mematuhi edaran jam buka selama Paskah dan bulan puasa, berdasarkan laporan masyarakat.

Dengan penindakan yang dilakukan diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku usaha THM maupun outlet miras di Kota Merauke untuk lebih mematuhi peraturan yang berlaku.

Pemerintah sudah memberikan peluang kepada masyarakat maka menjadi kewajiban menjalankan usaha dengan berpedoman pada ketentuan.

“Di satu sisi mereka cari makan, tapi ada aturan yang harus mereka patuhi,” pungkas Kasatpol PP.