Berita

Pemkot Ambon Raih Maluku Innovation Award 2024, Ini Kategorinya

×

Pemkot Ambon Raih Maluku Innovation Award 2024, Ini Kategorinya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku, Murad Ismail saat memberikan piagam juara I MI Award 2024 kepada PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam Musrenbang RPJPD 2025-2045 dan RKPD Tahun 2025 Pemprov Maluku, yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu (17/4/2024). Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Inovasi Kalesang Kintal Kosong membawa Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meraih juara I dalam Maluku Innovation (MI) Award Tahun 2024.

Award bagi Pemkot Ambon, diserahkan langsung oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail kepada PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJPD 2025-2045 dan RKPD Tahun 2025 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Rabu (17/4/2024).

Ditemui usai menerima MI Award, Wattimena mengatakan, Pemkot Ambon selama 2 (dua) tahun berturut-turut menerima penghargaan yang sama. Di mana tahun 2023, inovasi dari Kota Ambon, yakni Kurikulum Musik keluar sebagai juara.

“Jadi memang MI Award, penilaiannya bagi inovasi yang sudah terimplementasi, dinilai dari mana latar belakang angkat inovasi sampai pada pengembangannya. Kota Ambon tahun lalu berhasil dapat MI Award lewat Kurikulum Musik,” ungkapnya.

Menurut Wattimena, Inovasi Kalesang Kintal Kosong telah dicetuskan sejak ia menjabat sebagai PJ Wali Kota Ambon. Ide awalnya, guna memanfaatkan lahan tidur di seputar rumah masyarakat, untuk kemudian diubah menjadi lahan produktif.

“Kita sediakan aplikasi, lalu masyarkat yang memiliki lahan kosong dipotret dan diunggah ke aplikasi tersebut, dan selanjutnya diidentifikasi oleh Dinas Pertanian, apakah bisa ditanam tanaman jenis apa, dan diberikan bibit. Dari sisi penilaian Pemprov Maluku, inovasi ini bisa untuk pengendalian inflasi di Kota Ambon,” ujar Wattimena.

Dengan adanya Kalesang Kintal Kosong, maka masyarakat dapat menanam tanaman-tanaman produktif misalnya cabe, sehingga jika harga naik di pasaran, masyarakat dapat memanfaatkan hasil tanam sendiri atau bisa juga untuk dijual.

Wattimena berharap, OPD terkait di Pemkot Ambon dapat terus mengembangkan Inovasi ini, bahkan apabila dirinya tak lagi menjabat.

“Prinsipnya bukan pada siapa yang pemimpin kota, tapi bagaimana seluruh OPD dapat mengembangkan inovasi yang sudah ada, karena membangun kota ini butuh inovasi,” tandas Wattimena.