BeritaPemerintahan

Pemda Asmat Sudah Tangani Kasus Anak Diduga Busung Lapar

×

Pemda Asmat Sudah Tangani Kasus Anak Diduga Busung Lapar

Sebarkan artikel ini
Bupati Asmat, Elisa Kambu
Bupati Asmat, Elisa Kambu

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Pemerintah Kabupaten Asmat , Provinsi Papua Selatan selalu responsif dan antisipatif yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakatnya.

1727
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Hal itu terlihat dari sikap Bupati Asmat, Elisa Kambu ketika mendapatkan informasi lyang anak di Kampung Primapun menderita busung lapar.

Bupati Asmat, Elisa Kambu yang saat ini, sementara berada di Kota Sorong melakukan silaturahmi dan menghadiri buka puasa bersama langsung meminta penjelasan terkait kasus tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan.

Perilaku hidup masyarakat di Tanah Papua baik di kota maupun di daerah pedalaman masih menomor duakan kesehatan. Mereka baru akan mendatangi Puskesmas, bila kondisi salah satu keluarga sudah sakit cukup berat.

“Pola hidup kita orang Papua ini, orang sakit itu, kondisinya sudah gawat, baru di bawah ke Puskesmas, ” kata Elisa Kambu.

Kasus yang foto anak disebarkan secara masif itu, Elisa Kambu bilang terjadi di Kampung Saman Distrik Safan, Kabupaten Asmat.

Kasus itu bermula, Elisa Kambu terangkan, anak ini sering ikut orangtua pergi mencari makan, mencari kayu gaharu ke tengah hutan. Kebiasaan masyarakat Asmat saat mencari Gahuru mereka tinggalkan Kampung dan pergi ke hutan. Di hutan mereka biasanya ada punya bevak tempat berteduh.

“Anak ini tinggal di Bevak dalam waktu yang lama, sehingga anak kecil ini sakit. Dan kebiasaan masyarakat kita ini, sakit itu, kondisi yang sudah gawat dan tidak bisa ditangani oleh obat tradisional baru mereka bawa ke Puskesmas, ” tutur Elisa Kambu.

Anak itu sebelum fotonya viral tersebar di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu katakan sempat dirawat di Puskesmas Primapun.

“Yang namanya anak kecil sakit dalam waktu cukup lama, kondisinya sudah tentu sangat kurus. Apalagi tinggal di bevak di tengah hutan, tentu kesulitan air bersih dan sebagainya, ” kata Elisa Kambu.

Saat dilakukan intervensi perawatan oleh petugas Puskesmas Primapun, sambung Elisa Kambu, selama 3 hari. Orang tua anak tersebut mungkin melihat kondisi anak sudah mulai membaik, sehingga memaksa untuk keluar untuk pulang ke Kampung.

Saat orangtua membawa anaknya pulang. Ketika sudah sampai di Kampung Saman. Elisa Kambu tuturkan, di Kampung Saman itu ada klinik dari Rumah Sakit Siloam.

“Kampung Saman ini, Kampung misionaris. Dimana keperluan logistik maupun keluar masuk Kampung mengunakan pesawat yang mendarat di atas aliran sungai, ” kata Elisa Kambu menceritakan.

Anak tersebut alami drop, sehingga dibawa orangtuanya berobat ke Klinik RS Siloam. Nah saat berobat di Klinik itulah kemudian fotonya beredar.

“Kami sebagai pemerintah daerah tentu tidak menafikkan hal itu, ” Elisa Kambu sampaikan.

Anak ini, diterangkan oleh Elisa Kambu, setelah ditelusuri, sejak lahir sudah dibawa oleh orangtuanya tinggal di bevak di hutan. Sehingga anak tersebut tidak mendapatkan penanganan imunisasi.

Karena Elisa Kambu sampaikan, setiap Puskesms di Kabupaten Asmat punya program Pusling ke masyarakat dalam satu minggu dua kali.

Kemudian Pemda Asmat punya program 1000 hari kehidupan. Dimana pemenuhan gizi sudah diberikan kepada anak sejak awal kehamilan.

“Adanya kejadian itu, saya sudah perintahkan Sekda untuk segara dilakukan tindakan antisipasi dini, apakah ada potensi wabah, agar bisa diambil tindakan cepat, ” tutur Elisa Kambu.