Bisnis

Kejahatan Siber Mengancam, OJK: Perlu Pemerataan Literasi Keuangan dan Digital

×

Kejahatan Siber Mengancam, OJK: Perlu Pemerataan Literasi Keuangan dan Digital

Sebarkan artikel ini
Talkshow Literasi Keuangan Digital bertajuk: Cerdas dan Aman Bertransaksi Digital, kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Astra Financial, dihadiri oleh Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi (tengah) dan Director-in-Charge Astra Financial, Suparno Djasmin, Executive-in-Charge, Rudy Chen. Serta pembicara yaitu Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sadiyah dan Direktur Astra Credit Companies, Mohammad Farauk. (Dok AStra)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menyatakan masifnya aduan masyarakat mengenai transaksi keuangan digital karena terkait dengan keamanan data dan privasi data konsumen yang disalahgunakan. 

1728
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

“Agar terhindar dari hal tersebut, perlu penguatan sistem keamanan data oleh seluruh penyelenggara jasa keuangan. Selain itu, dalam pemerataan literasi keuangan dan literasi digital menjadi penting, agar masyarakat terhindar dari ancaman kejahatan siber,” kata Friderica saat menjadi keynote speech dalam talkshow tentang Literasi Keuangan Digital bertajuk: Cerdas dan Aman Bertransaksi Digital yang diadakan OJK dan Astra Financial secara virtual pada Selasa (2/4/2024).

Diungkapkan, berkembangnya digitalisasi sektor keuangan telah memberikan kemudahan dan manfaat bagi masyarakat. Namun, berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK tahun 2022 menyebutkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat hanya 49,6%, lebih rendah dari tingkat inklusi keuangan yang mencapai 85%. Begitu pula dengan rendahnya literasi digital yang baru mencapai 41,48%. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan literasi keuangan dan digital, sehingga masyarakat dapat lebih cerdas, warpada dalam transaksi digital.

Dalam kesempatan yang sama, Director-in-Charge Astra Financial, Suparno Djasmin menyampaikan literasi keuangan dan digital menjadi kunci bagi perkembangan unit bisnis di bawah Astra Financial kedepannya.

Astra Financial akan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan bersama dengan OJK, karena hal ini merupakan tugas bersama antara pelaku dunia usaha dan regulator seperti OJK. “Pada akhirnya semua program kita ini, akan memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama konsumen atau masyarakat.” ujar Suparno Djasmin.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK,  Halimatus Sadiyah menambahkan masyarakat mesti berhati-hati dan waspada atas beragam modus penipuan, seperti transfer dana pinjol, penawaran paket diskon dengan harga yang tidak wajar dan pesan tentang pengiriman parsel yang meminta masyarakat membuka atau mengunduh dokumen atau aplikasi.

Astra Financial mendukung penuh upaya OJK dalam literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Pada bulan Ramadhan ini, Astra Financial menyelenggarakan pameran virtual produk keuangan dalam acara Tumbuh pada 9 -24 Maret 2024. Kegiatan ini memberikan literasi keuangan melalui penyelenggaraan 27 kali talk show virtual dan 7 kali talk show offline di 7 kota (Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Medan dan Denpasar). Seluruh acara ini diikuti oleh 2,5 juta peserta dari semua wilayah Indonesia.

Sepanjang tahun 2023, Astra Financial beserta seluruh unit bisnisnya telah memberikan manfaat program literasi keuangan kepada lebih dari 19 ribu masyarakat. Literasi keuangan tersebut diberikan melalui berbagai program pelatihan, sosialisasi, dan workshop yang menyasar pada guru, siswa, UMKM, disabilitas, media, dan masyarakat umum lainnya.

Sesuai dengan cita-cita Astra, yaitu Sejahtera Bersama Bangsa, Astra Financial berkomitmen untuk mengembangkan bisnis yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial sejalan dengan Roadmap Keuangan Berkelanjutan OJK dan Aspirasi Keberlanjutan Astra 2030.

Selain itu, Astra Financial beserta seluruh unit bisnisnya turut aktif melakukan program kontribusi sosial berdasarkan 4 (empat) pilar, yaitu: Kesehatan dengan program stunting dan pembinaan posyandu, Pendidikan dengan program literasi dan edukasi keuangan serta pemberian beasiswa, Lingkungan dengan penanaman pohon dan pengelolaan Bank Sampah serta Kewirausahaan.  

Harapannya seluruh upaya literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan Astra Financial dapat memberikan dampak positif kepada seluruh masyarakat, sesuai dengan visi Astra Financial untuk menjadi mitra keuangan bagi kesejahteraan Indonesia.