BeritaPolitik

Hanura Realistis Soal Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Pilkada Provinsi Papua Barat Daya

×

Hanura Realistis Soal Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Pilkada Provinsi Papua Barat Daya

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua Barat Daya, Charles A. M. Imbir saat memberi keterangan pers usai menerima pendaftaran mantan Bupati Tambrauw, Gabriel Asem sebagai Bakal Calon Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (17/4/2024)
Wakil Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua Barat Daya, Charles A. M. Imbir saat memberi keterangan pers usai menerima pendaftaran mantan Bupati Tambrauw, Gabriel Asem sebagai Bakal Calon Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (17/4/2024)

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Partai Hanura bersikap realistis menatap Pilkada pertama di Provinsi Papua Barat Daya. Hal itu didorong oleh capaian minimal kursi di DPR Provinsi Papua Barat Daya yang diraih sementara dari hasil Pemilu legislatif pada 14 Februari 2024.

Wakil Ketua DPD Hanura Provinsi Papua Barat Daya, Charles A.M. Imbir mengatakan sikap realistis partai Hanura tersebut seiring dengan dibukanya pendaftaran penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Provinsi Papua Barat Daya mulai tanggal 17 – 30 April 2024.

“Kita sambil menunggu hasil penetapan akhir pasca putusan Mahkamah Konstitusi sampai hari ini, khusus Pemilihan Anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya, kita Partai Hanura berhasil meraih 3 kursi, ” kata Charles Imbir kepada wartawan usai menerima mantan Bupati Tambrauw 2 Periode mendaftar sebagai bakal calon gubernur Provinsi Papua Barat Daya di Sekretariat DPD Hanura PBD, Rabu (17/4/2024).

DPD Partai Hanura mulai membuka Penjaringan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya

Menurutnya sesuai ketentuan syarat minimal partai politik bisa mengusung calon gubernur dalam pilkada Provinsi Papua Barat Daya yakni meraih 6 – 7 kursi.

“Tentunya untuk mengusung bakal calon gubernur dan wakil gubernur, kita Partai Hanura tentu harus berkoalisi dengan partai lain yang berhasil meraih kursi, ” kata Charles Imbir.

Sampai dengan hari ini, Charles Imbir sampaikan hanya Partai Golkar yang bisa mengusung bakal calon gubernur dan wakil gubernur tanpa harus berkoalisi sebab mereka sudah meraih syarat minimal sesuai ketentuan.

“Kami hanya meraih 3 kursi. Sehingga kami bersikap realistis dengan banyak membuka penjaringan seluas – luasnya kepada siapa pun, baik kader partai diluar partai Hanura atau figur yang menyakini memiliki potensi untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur,” ucap Charles Imbir.

DPD Partai Hanura Provinsi Papua Barat Daya, sambung Charles Imbir tentu tidak bisa langsung mematok bahwa calon gubernur dan wakil gubernur harus dari kader partai Hanura. Sebab Partai Hanura akan lebih mengedepankan komunikasi politik dengan partai politik yang ingin berkoalisi dengan Partai Hanura.

“Kita akan lihat perkembangan dari hasil komunikasi politik untuk menentukan apakah nanti kader partai Hanura didorong untuk menjadi bakal calon gubernur atau wakil gubernur, ” kata Charles Imbir.