Berita

Tiga Bulan Dua Kapal Pesiar Terbakar Di Perairan Raja Ampat, Pemerintah Dan Syahbandar Kerja Apa?

×

Tiga Bulan Dua Kapal Pesiar Terbakar Di Perairan Raja Ampat, Pemerintah Dan Syahbandar Kerja Apa?

Sebarkan artikel ini
"Kepolisian Diminta Usut Tuntas Kedua Kasus Kebakaran Kapal Tersebut,"
Kapal pesiar LOB D, Oceanik yang membawa 9 turis asing dan 12 orang ABK terbakar di dekat manta sandy Arborek Kabupaten Raja Ampat, Foto IST/TN

TEROPONGNEWS.COM, WAISAI – Pariwisata identik dengan pelayanan dan jaminan keselamatan terhadap wisatawan, baik sejak mereka tiba di, dan kembali dari suatu daerah tujuan wisata. Namun hal tersebut berbeda dengan yang terjadi di Raja Ampat, dua kapal pesiar terbakar hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

1240
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Tercatat, kapal pesiar / live a board KLM Indo Siren yang membawa 15 wisatawan terbakar pada 30 November 2023, selang 3 bulan kemudian, Kapal Oceanic dengan muatan 23 orang wisatawan terbakar di perairan Arborek, Jumat, 1 Maret 2024.

Kebakaran kedua live a board ini memberikan signal betapa buruknya jaminan keselamatan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat, dan memberikan dampak yang buruk terhadap citra pariwisata Raja Ampat.

Memang, kebakaran kapal adalah musibah namun dalam memberikan jasa pelayanan kepada wisatawan harus diutamakan, dengan memiliki standar keamanan yang menajmin rasa aman kepada wisatawan selama melakukan perjalanan wisata. Apakah kapalnya layak atau tidak ?

Kebakaran menyebabkan perjalanan wisatawan terganggu dan sangat merugikan wisatawan maupun kepariwisataan di kabupaten Raja Ampat, serta tidak sesuai dengan Sapta Pesona Pariwisata Indonesia.

LSM Eco Papua mempertanyakan kinerja pemerintah dan Syahbandar kota Sorong serta Raja Ampat tentang standar keselamatan kapal dan wisatawan, karena sudah terjadi kebakaran sebanyak dua kali dan mengancam keselamatan wisatawan sebanyak 38 orang.

Apalagi kebanyakan kapal pesiar berlabuh di kota Sorong dan beroperasi di Raja Ampat, sehingga terjadi pembiaran antara kedua pemerintah dan Syahbandar tentang kelayakan pelayaran kapal pesiar, sementara kota Sorong yang paling banyak menerima manfaat pajak dan retribusi dari kapal pesiar.

Oleh sebab itu, LSM Eco Papua Raja Ampat mendesak pihak kepolisian baik Polresta Kota Sorong dan Polres Raja Ampat serta pihak terkait agar mengusut tuntas kedua kasus tersebut.

“Kepolisian Diminta Usut Tuntas Kedua Kasus Kebakaran Kapal Tersebut,” ujar Joris Omkarsba.

Raja Ampat merupakan destinasi wisata internasional yang telah memberikan dampak ekonomi sangat besar kepada kota Sorong dan Raja Ampat, namun pelayanan kepada wisatawan sangat buruk.

Jangan hanya mengambil uangnya, tetapi kenyamanan wisatawan tidak diperhatikan

Direktur Direktur LSM Eco Papua Raja Ampat
Joris Omkarsba 08119502122