BeritaDaerah

Sambut Ramadhan, WBP Lapas Kelas IIA Pematang Siantar Gelar Pangkas Rambut

×

Sambut Ramadhan, WBP Lapas Kelas IIA Pematang Siantar Gelar Pangkas Rambut

Sebarkan artikel ini
WBP Lapas Kelas IIA Pematang Siantar, potong rambut. Ist.

TEROPONGNEWS.COM, PEMATANG SIANTAR – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Pematang Siantar, gelar pangkas rambut menyambut Ramadan. Hal itu disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) M Pithra Jaya Saragih, A.Md.IP, S.H., M.H. NIP saat dikonfirmasi TeropongNews,  Selasa (26-03-2024).

“Untuk membina kesehatan dan kerapian Lapas Kelas IIA Pematang Siantar gelar pangkas rambut secara mandiri dan menjadi cara menyambut bulan suci Ramadhan.” kata Pitra Jaya Saragih.

Kebiasan memangkas rambut ini dilakukan jelang bulan suci Ramadhan. WBP harus bersih dan rapi menyambut puasa. Dan salah satu wujud pelayanan Lapas Kelas IIA Pematang Siantar kepada WBP, sebagai langkah aktual, para warga binaan Lapas Pematang Siantar telah melaksanakan kegiatan potong rambut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

Lebih lanjut, Kalapas Pitra Jaya Saragih ngatakan, bahwa  potong rambut bukan hanya sekadar rutinitas kebersihan fisik semata, selain baik untuk menjaga kesehatan rambut, potong rambut juga merupakan upaya menjaga kedisiplinan dan kerapian di dalam Lapas.

Kegiatan ini menjadi bagian integral dari program pembinaan yang telah dicanangkan oleh Lapas Kelas IIA Pematang Siantar.

Kegiatan pangkas ramadan ini dilakukan secara mandiri oleh para WBP dibawah pengasan bimbingan jegiatan jerja. Hal ini tentunya dapat memberikan kesempatan bagi para warga binaan untuk memperoleh keterampilan serta mengasah kemampuan dalam bidang tersebut.

Dengan adanya program-program seperti ini, diharapkan akan semakin banyak lagi kesempatan bagi para WBP untuk belajar dan berkembang, sehingga dapat kembali membangun kehidupan yang lebih baik di masyarakat setelah selesai menjalani masa pembinaan.

“Lapas Kelas IIA Pematang Siantar memiliki komitmen yang teguh untuk memasyarakatkan para WBP, dalam keberhasilan rehabilitasi serta reintegrasi sosial dengan memberikan pembinaan yang komprehensif dan berkelanjutan,” pungkas Pitra Jaya Saragi. *Nilson Pakpahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *