BeritaPendidikan

Milad ke 60, Momentum Merefleksikan Diri dan Launching Batik IMM Pabar – PBD

×

Milad ke 60, Momentum Merefleksikan Diri dan Launching Batik IMM Pabar – PBD

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Bertambah usia, bertambah pula daya kreasi untuk menaklukkan tantangan yang harus dihadapi. Itulah yang selalu menjadi inspirasi bagi kader – kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di mana pun berada.

Termasuk pula kader – kader IMM di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Momentum itulah yang selalu menjadi refleksi bagi kader – kader IMM setiap kali mengingat kembali sejarah lahirnya IMM.

Sebagai organisasi otonom dibawah naungan Muhammadiyah, kader IMM dituntut untuk mampu membuktikan diri sebagai kreator pelanjut gerakan Muhammadiyah di Indonesia secara umum dan lebih khusus lagi di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Suasana resepsi Milad IMM yang digelar DPD IMM Papua Barat – Papua Barat Daya di Gedung Pascasarjana Unimuda, Sabtu (23/3/2024)

IMM sendiri lahir pada 14 Maret 1964, atau genap 60 tahun silam. Pada momentum resepsi Milad IMM ke 60 yang digelar oleh DPD IMM Papua Barat – Papua Barat Daya bertempat di Gedung Pascasarjana Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Sabtu (23/3/2024) dilakukan launching batik IMM Papua Barat – Papua Barat Daya yang merupakan hasil kreatifitas kader IMM.

Dalam acara resepsi Milad IMM ke 60 tersebut, Ketua umum DPD IMM Papua Barat – Papua Barat Daya, Jenro Pandu Sijabat menyampaikan momentum ini, harus dijadikan sebagai sarana evaluasi dan merefleksi kembali arah gerak kader IMM di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Satu catatan evaluasi yang perlu menjadi perhatian, kata Jenro Sijabat, kemampuan kader untuk tidak tertinggal dengan pertumbuhan daerah.

Ketua Umum DPD IMM Pabar – PBD, Jenro P. Sijabat memberi sambutan pada resepsi Milad IMM ke 60

“Wilayah administrasi kerja gerakan IMM Papua Barat sudah ada dua provinsi yakni provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Namun DPD IMM masih belum ada pemekaran. Ini menunjukkan kemampuan kader IMM untuk tidak tertinggal dengan pertumbuhan daerah perlu untuk dievaluasi kembali, ” ucap Jenro Sijabat.

IMM perlu kembali, lanjut Jenro, perlu menilik titik pangkal persoalan hingga lambat merespon pemekaran wilayah di Tanah Papua. Dengan demikian ke depan, IMM mampu dengan cepat merespon pertumbuhan pembangunan dan proses transformasi kader.

Jenro katakan kader IMM harus mampu berkompetisi dan memiliki daya kreatifitas dengan menguatkan kajian Kemuhammadiyahan dan kajian keilmuan, guna memenangkan tantangan pesatnya arus globalisasi.

“IMM harus dapat merangkul generasi milenial dan gen Z, sehingga bonus demografi benar – benar dapat dimaksimalkan menjadi penyokong pembangunan daerah dan nasional, ” kata Jenro.

Ketua Umum PW Muhammadiyah Provinsi Papua Barat yang diwakili oleh Irmawan Alfi memberi sambutan di resepsi Milad Ke 60 tahun IMM

Ditempat yang sama, Irmawan Alfi mewakili Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Papua Barat menegaskan pola pengkaderan IMM sudah perlu untuk dilakukan inovasi. Sebab tantangan yang dihadapi pun sudah berbeda.

“Dengan demikian IMM bisa menjadi saluran transformasi bagi generasi millenium dan gen z, ” tutur Alfi.

DPD IMM Papua Barat – Papua Barat Daya sampai tingkat komisariat harus bisa membuat kaum milenial dan gen z tertarik, sebab pada hakikatnya pendekatan sebaya bisa menjadi solusi untuk merangkul kaum milenial dan gen z.