Kriminalitas

Lihat Video Anaknya Ditelanjangi dan Dipermalukan, Ayah Korban Tidak Terima

×

Lihat Video Anaknya Ditelanjangi dan Dipermalukan, Ayah Korban Tidak Terima

Sebarkan artikel ini
Ayah korban menunjukkan video anaknya ditelanjangi dan dipermalukan kepada wartawan saat minta pendampingan hukum di PBHKP Sorong, Sabtu (9/3/2024)
Ayah korban menunjukkan video anaknya ditelanjangi dan dipermalukan kepada wartawan saat minta pendampingan hukum di PBHKP Sorong, Sabtu (9/3/2024)

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Tindakan perundungan terhadap anak dibawah umur terjadi pula di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Dengan adanya kasus perundungan ini, makin menguatkan julukan Kota Sorong sebagai Kota bajingan. Kasus ini baru diketahui oleh ayah korban, setelah anaknya dipanggil untuk memberi kesaksian atas kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan oleh temannya.

Ayah korban ,Mansur sampaikan anaknya dicegat dan dipalak lalu ditelanjangi. Sedangkan teman korban dipukuli oleh sekelompok remaja di sekitar jalan Perumnas Km 10 Kota Sorong.

“Kalau karena berkelahi, saya tentu tidak akan permasalahkan. Namun ini, anak saya ditelanjangi kemudian disuruh goyang lantas di videokan pula. Ini yang saya sebagai orang tua tidak terima,” ujar Mansur kepada wartawan saat meminta pendampingan dari hukum dari Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian (PBHKP) , Sabtu (9/3/2024).

Mansur sampaikan dia baru mengetahui ada video berdurasi 1 menit lebih, setelah korban dipanggil untuk menjadi saksi kasus pemukulan yang dialami temannya di Polsek Sorong Timur.

“Disitu saya diberitahu oleh orang tua korban pemukulan yang bersama dengan anak saya. Orangtua korban sampaikan kepada saya bahwa anak saya juga menjadi korban di ditelanjangi, lalu diarak kemudian sambil di videokan, ” ujar Mansur.

Kasus yang perundungan yang dialami oleh anaknya yang baru berusia 13 tahun, lanjut Mansur, terjadi pada tanggal 4 Februari 2024 pukul 01.00 wit.

“Setelah mendapatkan video tersebut, saya langsung mendatangi pihak Polresta Sorong Kota buat membuat laporan polisi. Namun pihak kepolisian menyarankan saya untuk membuat laporan pengaduan, ” ucap Mansur.

Sebagai orang tua korban perundugan, Mansur berharap bisa mendapatkan keadilan hukum. “Para pelaku harus diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka, sehingga bisa menjadi efek jera agar tidak lagi terjadi korban berikutnya, ” harap Mansur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *