KesehatanPemerintahan

Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara Dijadikan Rumah Sakit Pendidikan

×

Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara Dijadikan Rumah Sakit Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat peresmian Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Jakarta, Senin (19/2/2024).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menetapkan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Jakarta sebagai rumah sakit pendidikan untuk para calon dokter dan dokter spesialis dari Universitas Pertahanan (Unhan).

1548
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

RSPPN merupakan satu dari 25 RS militer yang dibangun oleh Kementerian Pertahanan RI di bawah kepemimpinan Menhan Prabowo Subianto.

“Rumah sakit ini menjadi rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Pertahanan dan akan kerja sama dengan universitas lainnya di dalam dan luar negeri,” kata Prabowo melaporkan ke Presiden RI Joko Widodo saat acara peresmian RS Pusat Pertahanan Negara Panglima Besar Soedirman di Jakarta, Senin (19/2/2024).

Presiden Jokowi meresmikan RSPPN didampingi Menhan Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn.) M. Herindra, Sekretaris Jenderal Kemhan Marsekal Madya TNI Donny Ermawan Taufanto, dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Dalam acara itu, Presiden juga meresmikan 20 RS militer lainnya yang juga dibangun oleh Kemhan RI.

Presiden Jokowi saat memberikan sambutannya dalam acara peresmian menyambut baik peruntukan RSPPN sebagai rumah sakit pendidikan.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) meninjau fasilitas rumah sakit saat peresmian Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman di Jakarta, Senin (19/2/2024).

“Saya berharap dengan fasilitas yang sangat modern ini RSPPN dapat menjadi rujukan, menjadi rumah sakit pendidikan, dan yang tidak kalah penting, rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit tanggap bencana,” kata Presiden Jokowi.

RSPPN di Jalan Veteran Raya, Pesanggrahan, Jakarta, menempati bangunan 28 lantai di atas lahan 2,2 hektare. Rumah sakit itu, yang disebut Prabowo sebagai RS militer terbesar di Indonesia, memiliki luas bangunan 62.000 meter persegi dan menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk seluruh organ.

Beberapa fasilitas yang tersedia di RS Pusat Pertahanan Negara, antara lain ruang rawat inap berkapasitas 1.000 tempat tidur, ruang operasi sebanyak 11 unit, ruang perawatan intensif (ICU, ICCU, NICU, PICU) berkapasitas 90 tempat tidur, dan instalasi gawat darurat (IGD) berkapasitas 55 tempat tidur.

Layanan radiologi RSPPN juga dilengkapi alat-alat canggih, di antaranya DSA (digital subtraction angiography), MRI Tesla 3, CT scan, cath (catheterization) laboratory, panorama 360 derajat, dan USG empat dimensi.

RSPPN juga menyediakan layanan perawatan terpadu yang dilengkapi dengan alat-alat robotik dan laser untuk penyandang disabilitas dan penderita kelemahan kaki dan tangan.

RSPPN juga punya 30 unit mesin cuci darah (hemodialysis), dua unit alat terapi gangguan pembuluh darah, layanan generative medicine, serta layanan terpadu untuk kemoterapi dan operasi kanker.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga meresmikan 25 RS milik TNI. Dari total 25 Rumah Sakit TNI AD, TNI AL dan TNI AU, 5 (lima) Rumah Sakit TNI sebelumnya telah diresmikan oleh Presiden dan Menhan. Rumah sakit tersebut yaitu RS Modular Jenderal TNI LB Moerdani, RS Tk. IV Timika Kesdam Kesdam XVII/Cendrawasih, RS Salak Tingkat III dr. H. Sadjiman, RS Tk. III Brawijaya, dan RS Angkatan Laut Tk. II dr. Soekantyo Jahja.

Sebelum peresmian, Presiden Joko Widodo didampingi Menhan Prabowo melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas rumah sakit dan peralatannya antara lain ruang Radiologi (MRI, DSA, CT Scan, Cath Lab, serta radiologi konvensional canggih), ruang operasi dan ruang ICU. Presiden menilai peralatan yang ada sangat super modern.

“MRI misalnya tadi, saya melihat inilah spek tertinggi Tesla 3 yang bisa melihat dari segala sudut yang kita inginkan. juga CT Scan yang juga bisa melihat dari semua sudut yang kita inginkan. Ruang Operasi juga modular yang terintegrasi juga sangat canggih,” kata Presiden.

“Dan saya mendapat laporan juga bahwa pembangunan Rumah Sakit TNI semuanya TKDN-nya rata-rata 70%, ini juga langkah yang sangat bagus untuk mendukung pengembangan industri nasional kita untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional kita,” sambung Presiden.

Menhan Prabowo menyatakan bahwa Kemhan telah membangun RSPPN Panglima Besar Soedirman beserta 25 Rumah Sakit TNI lainnya, dengan total keseluruhan 26 rumah sakit baru, dimana 5 (lima) rumah sakit sudah diresmikan terlebih dahulu pada tahun 2023. Selanjutnya 21 rumah sakit lainnya akan diresmikan pada hari ini yaitu 11 RS TNI AD bertempat di Pangkalpinang, Padang, Aceh, Atambua, Bima, Gorontalo, Mamuju, Tanjung Selor, Samarinda, Manokwari dan Sorong. Kemudian 3 Rumah Sakit TNI AL bertempat di Pontianak, Padang, dan Sorong, serta 6 Rumah Sakit TNI AU bertempat di Lanud Solo, Malang, Madiun, Subang, Bandung dan Pekanbaru.

“Keseluruhan rumah sakit tersebut berlokasi di sekitar pangkalan TNI dan pemukiman penduduk, sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh prajurit beserta keluarganya dan juga melayani masyarakat umum,” kata Menhan.

Kegiatan peresmian rumah sakit tersebut dihadiri Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, Ketua Komisi I DPR RI, Wamenhan, Kasad, Kasal, Kasau, Irjen Kemhan, Sekjen Kemhan, Rektor Unhan, Pj Gub DKI Jakarta, Forkompinda Tk I DKI Jakarta, Kapuskes TNI, Kadiskes tiap Angkatan, perwakilan keluarga Panglima Besar Soedirman dan keluarga dari nama-nama rumah sakit baru, serta para pejabat daerah di setiap rumah sakit TNI yang diresmikan.