Berita

Ini Strategi Disdagin Bandung Antisipasi Antrian di Operasi Pasar Beras

×

Ini Strategi Disdagin Bandung Antisipasi Antrian di Operasi Pasar Beras

Sebarkan artikel ini
PLT Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin. Foto-Ist/TN

TEROPONGNEWS.COM, BANDUNG – Operasi Pasar Beras Medium Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) dan Pasar Murah di beberapa kecamatan mengundang antusias masyarakat begitu besar pada dua hari pelaksanaannya.

1548
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Sejak pagi, masyarakat sudah mengantre untuk mendapatkan beras yang dibanderol Rp53.000 per 5 kilogram ini.

Untuk mengantisipasi terjadinya antrian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung akan mengevaluasi pola pendistribusian, dengan melakukan pendistribusian beras ke kelurahan untuk memecah antrian.

PLT Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin mengatakan, antusiasme masyarakat dalam operasi pasar Beras Medium SPHP sangat tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa antrian yang cukup panjang.

Untuk itu, ia mengaku, telah mengevalusi bersama Bulog dan camat terkait pola pendistribusian, agar antrian masyarakat tidak terlalu membludak.

Ronny menyebutkan, untuk mencegah penumpukan masyarakat, Disdagin akan mendistribusikan beras ke kelurahan untuk memecah antrian.

Hal tersebut akan dilakukan pada pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium di Kecamatan Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul yang akan digelar Rabu (21/2/2024).

“Kita fokus pada tiga kecamatan besok, selanjutnya sama polanya. Kita sudah koordinasi dengan Camat Sukajadi, Gedebage dan Bandung Kidul. Polanya kita akan sebarkan ke kelurahan-kelurahan,” kata Ronny kepada wartawan, di Bandung, Rabu (21/2/2024).

Secara teknis, kata Ronny, beras medium tersebut akan di drop ke kecamatan, lalu pihak kewilayahan menyebarkan ke kelurahan.

“Jadi tidak ada satu titik penumpukan Operasi Pasar Beras Medium. Jadi nanti di Kelurahan ada pendistribusian Operasi Pasar Beras Medium,” ujarnya.

Selain itu, untuk memperlancar dan mempercepat transaksi kasirnya pun akan ditambah, sehingga tidak akan terjadi lagi penumpukan saat pembayaran.

“Yang paling utama, kasirnya harus banyak. Nanti di kelurahan pun kasirnya agak banyak biar tidak terjadi penumpukan antrian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap, pelaksanaan Operasi Pasar Beras Medium SPHP dapat berjalan lancar serta masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying.

Sebagai informasi, Kegiatan Operasi Pasar Beras Medium SPHP, dan Pasar Murah ini digelar di 30 Kecamatan mulai 19 Februari-1 Maret 2024.

Kegiatan ini didukung oleh Bulog, Pertamina, Wilmar, CV. Bagus, Distanhorti Provinsi Jawa Barat, Zibyfarm, Prima Freshmart, Petani Cabe, Triarta, SJU dan Toko Ritel Modern yang tergabung dalam APRINDO DPC Kota Bandung yaitu Borma, Yogya Group, Lotte Grosir, Superindo, Prama, Lotte Mart, Transmart, Hypermart, Hyfresh, Yomart, Alfamart, Indomaret dan Amanda Mart.

Kegiatan Pasar Murah terbuka untuk umum, tetapi untuk Operasi Pasar Beras Medium Wargi Bandung diwajibkan menunjukan KTP sesuai dengan domisili kecamatan pelaksanaan.