Kasus Campak dan DBD Meningkat di Papua Selatan Sementara Stunting Terjadi Penurunan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr. Herlina. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Herlina menyebut terjadi peningkatan kasus campak di selatan berdasarkan laporan surveilans dari petugas puskesmas.

Dinkes Papua Selatan melalui Dinkes Kabupaten sudah mengambil langkah penekanan penambahan kasus dengan melakukan fogging di tempat pertumbuhan nyamuk dan juga intervensi banyak hal seperti kebersihan masyarakat guna mencegah muncul penyakit baru.

“Memang terjadi peningkatan kasus di Asmat, Boven Digoel dan ada beberapa sampel campak yang kita harus periksa di Surabaya,” ucap Kadinkes Papua Selatan, dr. Herlina, Kamis (25/1/2024) di Gedung Negara.

Namun kata dia, kasus campak sudah tertangani dengan imunisasi dan vaksinasi campak. Selain campak, kasus demam berdarah juga terjadi peningkatan di Papua Selatan hanya tidak masuk kategori KLB (Kejadian Luar Biasa).

Bantuan alat fogging telah dilakukan untuk empat kabupaten, disertai bubuk abate untuk membunuh jentik di tempat penampungan air di rumah-rumah warga. Pihaknya terkendala laporan yang harusnya diterima setiap hari dari puskesmas mengingat jaringan internet di Papua Selatan masih mengalami gangguan sehingga data valid belum bisa disimpulkan.

Berbeda dengan pencapaian penurunan penanganan stunting, dari 28 persen angka stunting sudah turun menjadi 19,2 persen setelah dilakukan intervensi sensitif dan intervensi spesifik lintas sektor di empat kabupaten.

Makanan tambahan rutin dilakukan di tingkat kabupaten sesuai standar, pemberian vitamin, bantuan alat kesehatan dan pantauan rutin kasus gencar dilakukan. “Lalu, pak gubernur sudah mengeluarkan Pergub tentang penggunaan alokasi dana Otsus untuk seluruhnya, jadi kami lebih tinggi persentasinya untuk upaya pelayanan kesehatan sekitar di atas 50 persen,” tutup Herlina.