Kapten Timnas AMIN Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Menang Pilpres

Kapten Timnas AMIN, Muhammad Syaugi (dua kanan), dalam pertemuan dengan ketua umum simpul relawan Gerakan Rakyat di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Kapten Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN), Muhammad Syaugi, menekankan pentingnya sikap saling berkolaborasi antara seluruh tim pemenangan dan relawan untuk memenangkan pasangan calon AMIN di Pilpres 2024.

Syaugi mengatakan kemenangan AMIN dalam perjuangan Pilpres 2024 tidak bisa dikerjakan sendiri oleh timnas pemenangan, melainkan perlu kerja keras keras ekstra dari seluruh pihak yang terlibat.

“Tidak mungkin semua jalan sendiri-sendiri. Semua harus kolaborasi, saling membutuhkan. Apa yang Bapak miliki, apa kewenangan yang saya miliki, mari kita cocokkan dan saling menguatkan,” kata Syaugi dalam pertemuan dengan beberapa ketua umum simpul Gerakan Rakyat di Markas Gerakan Rakyat di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (10/1/2024) malam.

Syaugi menjelaskan kolaborasi dengan pejuang dari jaringan relawan Gerakan Rakyat adalah sebuah keharusan demi terwujudnya perubahan dengan masa depan Indonesia lebih baik.

Dia pun mengapresiasi pencapaian Gerakan Rakyat yang telah mengembangkan jaringan di lebih dari 43 persen jumlah kecamatan di seluruh Indonesia per tanggal 10 Januari 2024.

Capaian sebanyak itu di luar dugaannya, sehingga hasil kerja keras para relawan yang secara sadar mengerahkan sumber daya pribadi masing-masing demi memenangkan pasangan AMIN patut disyukuri.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan terhadap yang sudah Bapak dan Ibu kerjakan selama ini. Kami lakukan ini semua karena inginkan perubahan. Mudah-mudahan kita bisa lanjutkan. Mari kita gaungkan kentongan, berkolaborasi dengan Timnas AMIN,” kata mantan kepala Basarnas itu.

Dalam agenda pertemuan untuk diskusi tentang capaian jaringan Gerakan Rakyat itu, Syaugi menegaskan bahwa jaringan yang sudah terbentuk menjadi motor pendorong untuk Timnas AMIN bisa meraup suara hingga ke pelosok desa dan kelurahan, serta menjaga suara saat hari pencoblosan, 14 Februari 2024.

Syaugi berharap hasil pencapaian kerja tersebut bisa mencapai 100 persen. Sehingga, menjelang hari pencoblosan, jaringan relawan dan saksi-saksi bisa mengawal 820.000 lebih posko tempat pemungutan suara (TPS) yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan, dalam waktu tidak lama lagi kita bisa isi sampai ke seluruh kecamatan dan diharapkan TPS-TPS yang ada dipenuhi dengan saksi dari pejuang-pejuang Gerakan Rakyat,” ujarnya.