Debat Terakhir Ganjar Bakal Optimalisasi Akses Pendidikan Inklusif

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Debat ke-5 atau yang terakhir bagi calon presiden (capres) akan diadakan hari Minggu, 4 Februari 2024. Adapun temanya adalah kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.

Lima hari menjelang debat, Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto menerangkan beberapa permasalahan pendidikan yang akan dibenahi oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 3 jika nanti menjadi presiden dan wakil presiden.

“Belum optimalnya kesejahteraan dan kualitas pendidik, masalah aksesibilitas pendidikan inklusif, dan beberapa permasalahan lainnya akan menjadi fokus Mas Ganjar pada debat terakhir nanti,” terang Andi.

Lebih lanjut, mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional itu juga menyebutkan bahwa program unggulan pendidikan yang akan digulirkan adalah bagian dari kompas moral Ganjar dan bukanlah tanpa bukti keberhasilan. Keberhasilan itu, menurutnya, terbukti saat Ganjar menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) selama sepuluh tahun.

“‘Tuanku ya Rakyat, gubernur cuma mandat’ itu bukan sekedar tagline, apalagi slogan politik. Kalimat itu adalah kompas moral Mas Ganjar dalam memimpin,” kata Andi.

Di Jateng, tercatat lebih dari 1.800 keluarga terbantu ekonominya berkat program SMK N gratis yang dikerjakan Ganjar. Dengan model asrama yang 100% gratis dengan praktikum dan kelas magang di Jepang, sebanyak 81% langsung bekerja di dalam dan luar negeri, sementara sisanya , melanjutkan studi dan berwirausaha.

“Selain pendidikan formal, pendidikan nonformal yang inklusif pun jadi perhatian Ganjar, di mana Jateng memiliki sekolah agar perempuan terlibat aktif dalam perumusan kebijakan dan keterampilan teknis agar produktif secara ekonomi,” sebut Andi menerangkan program Serat Kartini yang berjalan di 35 kabupaten/kota di Jateng sejak tahun 2020. Lebih dari 12.000 perempuan telah menerima manfaat program tersebut.

Lebih lanjut kata Andi, “Mas Ganjar mengalami sendiri kesulitan ekonomi sampai berhutang ke rentenir ketika menempuh pendidikan tinggi, maka paslon menyiapkan program ‘Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana’, di mana satu anak dari satu keluarga miskin dapat mengenyam kuliah secara gratis.”

Diantara sederet program pendidikan Ganjar-Mahfud, ada juga sekolah gratis 12 tahun, termasuk bagi santri dan disabilitas.

“Kalau mau SDM kita unggul dan kemiskinan teratasi, harus ada investasi serius pada pendidikan dan investasi itu tidak boleh pandang bulu. Santri dan disabilitas juga harus punya akses terhadap pendidikan gratis yang berkualitas. Itu yang dipikirkan Ganjar-Mahfud,” tegas Andi.