TKN Sebut Gibran Satu-Satunya yang Konkret Soal Ekonomi Syariah

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – TKN Pemilih Muda atau TKN Fanta Prabowo-Gibran menggelar diskusi ekonomi syariah bertajuk “Kasih Paham SGIE, Ga Bahaya Tah” di Fanta HQ, Jalan Surabaya Nomor 45, Menteng, Jakarta, Sabtu (23/12) malam.

Diskusi diinisiasi oleh Fanta Syariah, bagian dari TKN Fanta Prabowo-Gibran. Diskusi ini dihadiri oleh Dewan Pakar Ekonomi Syariah TKN Prabowo-Gibran Rezza Arief Budi Artha, Akademisi ekonomi syariah Wahyudin Rahman, Sharia Financial Planner Kays Abdul Fattah, Komandan Tim Fanta Syariah Rio Chaniado serta Julius Nurdinsi Utama dari Tim Fanta Syariah sebagai moderator.

Dewan Pakar Ekonomi Syariah TKN Prabowo-Gibran Rezza Arief Budi Artha mengatakan, satu-satunya pelaku ekonomi syariah atau industri halal dari enam individu peserta Pilpres hanya Gibran Rakabuming Raka. Terlebih kata dia, Gibran yang juga Wali Kota Solo memiliki program tentang ekonomi syariah, yaitu mengusulkan untuk mengubah daerah Pasar Batik menjadi pusat kuliner di Solo.

“Jadi, Mas Gibran itu nggak cuma ide atau konsep. Tapi sudah punya aksi di bidang ekonomi syariah,” kata Rezza.

Selain itu, kata Rezza, hanya pasangan Prabowo-Gibran yang memiliki keberpihakan terhadap ekonomi syariah sesuai Asta Cita nomor 2. Diketahui isi Asta Cita nomor dua yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

“Saya sudah pelajari di paslon lain tidak ada. Jadi di Prabowo -Gibran, kita melihat ada perhatian khusus terhadap ekonomi syariah,” kata Rezza .

Karena itu, ia menegaskan, Prabowo-Gibran memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap ekonomi syariah. Terlebih soal ekonomi syariah sudah diangkat saat Debat Cawapres pada 22 Desember 2023. “Bahwa ekonomi syariah ada di Asta Cita di nomor 2 dan diangkat langsung oleh Mas Gibran,” ucap Rezza.

Lebih lanjut, Rezza juga berharap ekonomi syariah yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi dilanjutkan oleh Prabowo-Gibran.

“Kepemimpinan Pak Jokowi adalah pemerintahan yang sudah sangat concern juga terhadap ekonomi syariah. Kalau ini dilanjutkan ini berarti akan berlanjut keberpihakan ini jangan diubah. Jadi, kita berharap terjadi keberlanjutan apa yang sudah digarap oleh pak Jokowi,” jelas Rezza.

Akademisi ekonomi syariah Wahyudin Rahman juga mengapresiasi aksi Gibran Rakabuming Raka yang menyinggung soal ekonomi syariah. “Saya benar-benar apresiasi kepada paslon 2 yang memang membahas isu ekonomi syariah itu luar biasa sekali,” kata Wahyudin.

Wahyudin melihat, ekonomi syariah berkembang sangat pesat di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, kata dia, ekonomi syariah merupakan alternatif ekonomi berkelanjutan selain konvensional

“Tentunya juga mendukung stabilitas perekonomian baik di dalamnya termasuk cara investasi, kaitannya dengan digital ekonomi Digital marketing dan lain sebagainya,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Komandan Tim Fanta Syariah Rio Chaniado mengaku tak menyangka Gibran menanyakan soal SGIE dibandingkan kandidat lain. “Yang katanya lebih senior, mungkin lebih Islami bahkan memimpin partai, tapi tidak menanyakan, dikasih kesempatan untuk bertanya, tapi tidak sedikitpun membawa isu ekonomi syariah,” ujar Chaniado.

Kendati demikian ia mengajak pasangan capres -cawapres lain khususnya nomor urut 1 untuk membuat tim yang fokus terhadap ekonomi syariah seperti di TKN Fanta Prabowo-Gibran. Tujuannya, agar seluruh kandidat sama-sama memberi perha isu ini.

“Jadi wajar kalau cawapres lain bilang nggak ngerti. Mungkin karena di sana nggak ada tim. Jadi, silakan buat tim kecil yang bicara soal ekonomi syariah,” kata Chaniado.

Secara terpisah, Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Arief Rosyid Hasan mengatakan, aksi Gibran yang membahas soal SGIE di debat cawapres adalah sebuah elemen kejutan. Terlebih, Gibran menanyakan kepada ketua umum parpol yang dekat dengan Nahdhatul Ulama.

“Tentang indeks ekonomi syariah SGIE itu kan ‘element of surprise’ dari Mas Gibran. Yang ternyata, seorang ketua partai politik yang dekat dengan Nahdlatul Ulama pun nggak ngerti, padahal ekonomi syariah itu potensi ekonomi dan keuangan syariah itu Rp4.000 triliun,” tandas Arief.

Karena itu, mantan komisaris di bank syariah terbesar di Indonesia ini memuji penampilan Gibran Rakabuming Raka sangat membanggakan dan tak bisa diremehkan. “Jadi hal-hal ini yang bagi kami sangat membanggakan. Ini semakin menunjukkan kelas mas Gibran muda Indonesia ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata,” tuturnya.