Mahfud MD Sebut Program Food Estate Gagal: Lahannya Luas Tapi Tak Ada Petani

Presiden Jokowi saat meninjau ladang jagung yang ada di kawasan food estate, Desa Wambes, Kecamatan Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. (Foto: biro pers sekretariat presiden).

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD menanggapi proyek food estate yang digagas rezim Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Mahfud menilai skema tersebut gagal dijalankan.

“Food Estate yang sekarang banyak digembar-gemborkan, saya kira semua orang punya pesan itu gagal. Dan saya kira iya (gagal), ” kata Mahfud dalam dalam acara bedah visi misi di Universitas Ahmad Dahlan, Padang, Senin (18/12/2023).

Mahfud menyebut, program food estate layak disebut gagal lantaran tidak ada petani yang menggarap lahan dengan luas 165.000 ha itu.

“Kenapa? karena kita menyediakan lahan yang besar, tidak dipikirkan bahwa lahan yang besar dengan modal yang besar itu harus ada petani. Sementara, lahan yang disediakan itu tidak ada orangnya, siapa yang mau bertani di situ?” ujar Mahfud.

Meski demikian, Mahfud memaparkan dari segi ide program food estate tetap bisa dilanjutkan. Ia juga menyebut, bahan pangan di Indonesia semestinya tidak hanya bergantung kepada beras. Namun, banyak komoditas pangan lain yang dapat dikembangkan.

“Idenya bisa dilanjutkan dan pangan bukan hanya beras pada akhirnya. Harus kembali ke makanan tradisional Indonesia ada jagung, gandum, sagu, sorgum dan sebagainya. Itu nanti kita kembangkan karena itu makanan tradisional kita,” pungkasnya.