Legislator Raja Ampat, Fahmi Macap, SE, Foto IST/TN

TEROPONGNEWS.COM, WAISAI – Ketua Komisi I DPRK Raja Ampat Fahmi Macap, SE mendorong Pemerintah Daerah setempat untuk segera mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 harus direalisasikan secara cepat guna menggerakkan ekonomi masyarakat dan harus tersalurkan tepat waktu.

FM sapaan akrab Fahmi Macap juga menghimbau agar tidak ada penyaluran atau penyerapan anggaran yang tertunda karena dapat mempersulit perekonomian masyarakat.

Ketua Komisi I DPRK Raja Ampat, Fahmi Macap mendorong Pemerintah agar memasuki triwulan ke II (dua) tahun anggaran (TA) 2024 pada bulan April, penyerapan anggaran di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Raja Ampat diharapkan sudah optimal.

Untuk itu, FM mengatakan apabila di triwulan ke-II pada bulan April tahun 2024 program berjalan dengan baik maka akan berdampak pada sentral ekonomi di tengah masyarakat.

“Jadi, kalau penyerapan anggaran, baik APBD induk maupun APBD Perubahan dilaksanakan secara baik oleh pemerintah daerah secara tepat waktu, Apalagi APBD induk di awal tahun, misalnya di triwulan ke-II pada bulan April maka akan ada pergerakan sentral-sentral ekonomi baru di tengah -tengah masyarakat,” ungkap Fahmi Macap, Sabtu (02/12/2023) melalui sambungan WhatsApp.

Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) Raja Ampat itu menilai apabila program yang telah disepakati bersama dalam APBD induk tahun 2024 berjalan dengan baik maka perputaran ekonomi masyarakat akan bangkit. Disitulah kata FM, kebutuhan primer dan sekunder akan terpenuhi.

“Ketika perputaran program itu jalan dengan baik dan uang berputar, ekonomi akan bangkit dan itu pasti akan terjadi, dan di saat itu pula pasti pendapatan masyarakat yang memadai sehingga masyarakat mampu untuk memenuhi kebutuhan baik primer maupun sekunder (kebutuhan wajib dan kebutuhan yang sangat penting),” lanjut FM.

Sebelum menutup keterangannya, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Cendrawasih Jayapura itu menuturkan ketika program yang berpihak kepada masyarakat berjalan dengan baik secara otomatis daya beli masyarakat akan tinggi, maka disitulah kebutuhan ekonomi masyarakat terpenuhi, selain meningkatkan daya beli masyarakat hal tersebut berdampak pada penurunan angka stunting di wilayah Raja Ampat karena semua kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik.

“Maka secara otomatis ketika daya beli tinggi pemenuhan kebutuhan ekonomi bisa terpenuhi, maka angka stunting yang akan ikut menurun, karena apa bila masyarakat mampu membeli semua kebutuhan keluarga maka pasti angka stunting bisa diminimalisir,” ungkapnya mengakhiri.