Seorang IRT Keluhkan Sistim Pelayanan Kesehatan di RSUD Raja Ampat

RSUD Raja Ampat, Foto IST/TN

TEROPONGNEWS.COM, WAISAI – Seorang ibu rumah tangga bernama HR 26 mengaku tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik disaat dia membutuhkan pelayanan kesehatan. HR 26 mengaku dua kali mendatangi fasilitas kesehatan milik Pemerintah Daerah itu.

Kepada media ini, Selasa (11/11/2023) HR 26 menyampaikan bahwa kedatangan dirinya bersama sang suami ke RSUD Raja Ampat dengan harapan mendapatkan pelayanan kesehatan karena sedang hamil tua.

Sebelumnya HR 26 menuturkan pada hari minggu malam tanggal 12 November 2023 setelah merasa sakit karena telah hamil tua, ia dan sang suami memutuskan untuk pergi ke rumah sakit guna mendapatkan pelayanan menjelang persalinan.

Setibanya di RSUD, dan bertemu dengan salah satu petugas yang berprofesi sebagai suster, lalu si suster menanyakan apakah ibu sudah merasa sakit..? Dijawabnya, Ia ini baru sakit pertama. Kemudian diperintahkan untuk ganti pakaian yang sedang digunakan dengan kain sarung.

Pada saat sedang menuju kamar mandi untuk ganti pakaian. Petugas perintahkan untuk cepat. Namun sang suami marah dengan berkata “Sabar ibu, ini (ganti baju) tidak bisa cepat, istri saya lagi hamil tua, kalau cepat-cepat terus jatuh di dalam kamar mandi bagaimana..?,” kata Sang suami menjawab petugas.

Setelah itu ganti baju dengan kain sarung, dilanjutkan dengan pemeriksaan. Setelah diperiksa diperintahkan untuk mengambil surat rujukan ke Puskesmas.

Keesokan harinya, Senin 13 November 2023. Pasien kembali ke Puskesmas untuk meminta surat rujukan sebagaimana permintaan Oknum suster di RSUD Waisai. Setibanya di Puskesmas, oleh petugas yang ditemui menjelaskan bawah surat rujukan yang diterbitkan pada bulan Oktober masih berlaku atau masih akti sehingga surat rujukan itu saja yang digunakan.

“Jadi suster bilang kita periksa dulu, kalau belum waktunya untuk melahirkan, kita di suruh pulang dulu,” beber HR.

Waktu terus berputar, Senin malam HR 26 bersama suaminya kembali lagi ke rumah sakit Waisai, namun oleh petugas di suruh kembali ke rumah lagi. Karena berbagai alasan diantaranya ruang penuh, sepi karna tidak ada teman bicara, anak pertama harus melahirkan dirumah saja biar di urus sama keluarga.

“Jadi hari Senin itu kita balik lagi ke rumah sakit, disana kita disuru ke ruang BPJS, setelah dari situ, kita disuru pergi lagi bertemu dokter AM, setelah dari dokter AM, kita disuruh pergi tunggu di UGD,”

Setelah menunggu beberapa saat di UGD, HR 26 marah-marah sama petugas dan akhir bersama suaminya kembali lagi ke rumah karena merasa sakit berlebihan. Pada malam harinya, HR merasa sakit dan mereka memutuskan untuk kembali ke rumah sakit.

“Jadi pas kita sampai, suster tanya, itu pakai mobil pribadi kh..? Jawab HR, bukan, itu mobil sewa. Trus suster bilang mobil itu nanti balik jemput untuk bawah pulang..?, HR menjawab: tidak lagi..kita kesini untuk menginap di rumah sakit. Lalu kata suster “Kita tidak bisa menginap karena ini lahiran pertama,” disini pengakuan HR saat itu pengantar kelahiran sudah keluar,” ujarnya.

HR menuturkan selain suster yang sedang berbicara dengannya, secara bergantian suster yang lain pun datang danengatakan hal serupa yakni disuruh pulang saja karena ini lahiran pertamanya. Suster yang lain pun keluar dan mengatakan rumah sakit penuh.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD Meidi Lidia Maspaitela, S.Gz, MM yang di konfirmasi mengatakan sebagai pimpinan RSUD Raja Ampat ia segera berkoordinasi dengan unit yang menangani pasien tersebut guna mendapatkan informasi yang lebih detail.

“Sbtr kers biar lsg sy pertemukan dengan unit yg tangani ya biar bisa memdapat penjelsan detail ya,” jawabnya melalui pesan WhatsApp Jumat (17/11/2023).