Nasib 56 Karyawan Kloud Sky Dining & Lounge Terkatung-katung Usai Kafe Disegel

Manajemen dan karyawan Kloud Sky Dining & Lounge. (Foto Ist/TN)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Manajemen Kloud Sky Dining & Lounge buka suara terkait penyegelan tempat usaha mereka oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.

Pemilik Kloud Sky Dining & Lounge, Ramdana Darmawan mengaku terpukul usaha yang dirintisnya dengan susah payah kini ditutup secara permanen.

“Ini menjadi pukulan berat dalam hidup saya. Ketika usaha yang masih saya rintis harus dihadapkan pada kenyataan seperti ini. Kami sudah berupaya untuk menjalankan usaha dengan tertib, sesuai aturan yang berlaku, namun hanya karena ada pengunjung yang membawa barang terlarang dari luar, kita yang kena getahnya,” papar Ramdana saat menggelar konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2023).

Selain mengalami kerugian dari sisi materi, Ramdana kini pusing memikirkan para karyawannya yang harus kehilangan pekerjaan. Ramdana meminta Pemprov DKI Jakarta mengkaji ulang untuk mencabut keputusannya menutup Kloud Sky Dining & Lounge secara permanen.

“Jika diberikan kesempatan, kami akan lebih memperketat SOP agar peristiwa serupa tidak terjadi. Kami akan melakukan screening dengan ketat kepada para pengunjung yang datang. Masalah ini akan menjadi pembelajaran buat saya,” tandasnya.

Senada, Shakilla Astari, pemilik Kloud Sky Dining & Lounge lainnya, menyebut setidaknya ada 56 orang yang menggantungkan nasibnya dengan bekerja di Kloud Sky Dining & Lounge.

Shakilla juga menyayangkan, Pemprov DKI seolah tidak melihat dari sisi humanisne, dimana banyak karyawan terdampak dari penutupan Kloud Sky Dining & Lounge.

“Salah satu cita-cita saya dari dulu ingin menjadi sosok berguna bagi orang lain. Salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan. Makanya, sekarang saya kepikiran dengan 56 karyawan. Apalagi mereka juga punya keluarga,” kata Shakilla.

“Di sisi lain, kita semua tahu lapangan pekerjaan saat ini sedang susah. Para karyawan sangat sedih. Mereka kebingungan karena mencari pekerjaan pengganti tidak mudah,” imbuhnya. (Khairil Huda)