Kemenko PMK Apresiasi Penurunan Stunting di Kota Sorong

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, R. Nunung Nuryartono saat melakukan kunjungan kerja ke RPG Kelurahan Malabutor.

TEROPONGNEWS.COM,SORONG – Tim Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan kunjungan kerja ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (25/11/2023).

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka memonitoring dan evaluasi kebijakan kegiatan pengentasan kemiskinan ekstrim, penurunan angka stunting dan program penguatan pemerintah dan pembangunan desa di provinsi Papua Barat Daya.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, R. Nunung Nuryartono mengatakan bahwa penurunan angka stunting di kota Sorong sudah mencapai angka 18%, sehingga untuk mencapai target 14% di tahun 2024 bisa menjadi lebih mudah.

“Kami memberikan apresiasi dan kami akan memberikan laporan secara khusus kepada bapak Menko PMK dan kemudian diteruskan ke bapak Presiden, karena di tiap kunjungan beliau ingin melihat inovasi-inovasi apa saja yang dilakukan oleh daerah dalam upaya pencapaian target nasional.”ucapnya saat mengunjungi Rumah Pemulihan Gizi (RPG) di kelurahan Malabutor.

Nunung juga menyampaikan pesan dari Menko PMK Muhadjir Effendy, yang menekankan agar penanganan stunting beriringan daengan penanganan kemiskinan ekstrem.

“Di antaranya yang paling sederhana adalah untuk kebutuhan sanitasi dan air bersih, karena biasanya air bersih dan sanitasi mempunyai hubungan erat dengan gizi dan stunting. Oleh karena itu kami berharap, dari forum CSR juga bisa menyasar upaya untuk memperbaiki sanitasi dari 10 distrik yang ada di Kota Sorong ini,”terangnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar pemerintah kota Sorong tidak hanya memberikan bantuan sosial, tapi juga bagaimana dalam meningkatkan peningkatan pendapatan masyarakat guna mengurangi angka kemiskinan ekstrem.

“Karena saya meyakini bapak wali kota dan TP-PKK berpegang pada data pensasaran percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem, kalau data by name by address ini dijadikan acuan mak kami meyakini kemiskinan ekstrem bisa nol persen tahun depan,”ucapnya.

Penjabat (Pj) Walikota Sorong Septinus Lobat mengatakan bahwa kehadiran tim Kemenko PMK di Kota Sorong tentunya akan memberikan motivasi dan dorongan bagi pemerintah dan masyarakat kota Sorong, dalam menuntaskan program pengentasan kemiskinan ekstrim dan penurunan angka stunting.

Septinus menjabarkan, jumlah keseluruhan kepala keluarga pada awal yang diberikan oleh Kemenko PMK sebanyak 8.660 kepala keluarga, dan jumlah anggota keluarga sebanyak 42.402 jiwa.

Adapun jumlah kepala keluarga yang sudah terverifikasi sebanyak 4.140 kepala keluarga dan jumlah tidak ditemukan sebanyak 4.520 kepala keluarga. Sementara jumlah anggota keluarga yang sudah terverifikasi sebanyak 19.999 jiwa, dan jumlah tidak ditemukan sebanyak 22.403 jiwa.

“Terkait dengan alasan tidak ditemukannya data kemiskinan ektrim tersebut, pada saat pendataan keluarga tersebut sedang keluar kota, pindah domisili, dan belum dilakukan kunjungan karena kurangnya waktu untuk verifikasi data di lapangan,”ujar Pj. Walikota Sorong,

Sementara itu, terkait dengan data stunting, di kota Sorong pada tahun 2022 berdasarkan hasil SSGI adalah 27,2 % dan data stunting tahun 2022 berdasarkan data EPPBGM adalah 623 kasus.

Setelah dilakukan intervensi atau upaya penanganan oleh pemerintah kota Sorong, maka data kasus stunting tahun 2023, dari bulan Januari hingga Agustus berdasarkan data EPPBGM berjumlah 514 kasus atau terjadi penurunan sebesar 4,8 %.

Adapun upaya atau langkah pemerintah kota Sorong dalam penanganan stunting adalah membentuk tim koordinasi dari semua OPD dan berkolaborasi bersama TP-PKK kota Sorong, menyediakan rumah pemulihan gizi, pemberian makanan tambahan lokal kepada balita stunting, balita kurang gizi, ibu hamil kek di 10 poskesmas yang tersebar di kota Sorong.

“Selanjutnya pemerintah kota Sorong melakukan aksi bergizi yaitu pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri, deteksi dini tumbuh kembang anak di posyandu, pendampingan keluarga berisiko stunting, lakukan program dasyat (dapur atasi stunting) dan menyediakan dapur gizi berjalan,”terangnya.

Sementara itu, Pj. Ketua TP-PKK Kota Sorong, Jemima Elizabeth Lobat mengatakan bahwa Rumah Pemulihan Gizi atau yang disingkat RPG sudah dibangun sejak bulan April 2023.

“RPG di Kota Sorong ada tiga, yang pertama dibangun di Kelurahan Malabutor, kemudian di kelurahan Klawuyuk, dan kelurahan Sorong Kota. Ini merupakan bagian dari upaya-upaya untuk penanganan stunting yang cukup tinggi di kota Sorong,”ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Jemima, jadwal kegiatan RPG dilakukan 3 kali dalam seminggu. pelayanan yang dilakukan di RPG adalah pemeriksaan kepada anak-anak yang mengalami stunting.

“RPG ini bertujuan untuk menangani bayi-bayi stunting yang sudah ditangani oleh Puskesmas ataupun di Posyandu ataupun Rumah Sakit. Apabila penanganan yang dilakukan di tiga unit ini belum memberikan hasil yang baik, maka mereka akan diarahkan RPG, karena di RPG ini kami lebih fokus untuk pemberian makanan dari pagi, siang sampai sore,”jelasnya.

Dari tiga RPG tersebut, Jemima mengungkapkana bahwa RPG telah menerima kurang lebih 28 anak stunting. Pendampingan dan itervensi telah diberikan, sehingga 28 anak stunting tersebut perlahan sudah mengalami pemulihan gizi.

“Kasus stunting di kota Sorong yang tadinya t27,2% atau 623 anak di tahun 2022, saat ini sudah mengalami penurunan karena sudah diintervensi, sehingga turun menjadi 504 anak atau 18% . Kami berharap ditahun depan bisa mencapai┬átarget nasional yakni 14%,”harapnya.