Empat Penekanan Bagi Tenaga Pendidik Pada HUT PGRI dan HGN

Upacara HUT PGRI dan HGN di Kodim 1707/Merauke. Foto-Getty/TN

TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju merupakan tema HUT Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2023 untuk mewujudkan generasi Indonesia maju.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, ada empat poin yang mesti diperhatikan untuk dilakukan perubahan dari para pendidik yakni ketepatan, ketertiban, ketulusan dan tanggap. Empat poin ini jika sungguh-sungguh dilakukan seluruh para pendidik tentu akan mampu mengurangi persoalan dalam dunia pendidikan terkhusus menekan angka buta huruf alias membaca, menulis dan menghitung (Calistung).

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Merauke, Suhono dalam amanatnya pada upacara HUT PGRI dan HGN di Lapangan Upacara Kodim 1707/Merauke menekankan empat poin tersebut untuk para guru di Kabupaten Merauke.

“Peran bapak dan ibu guru sangat penting, ada empat poin yang harus dilakukan seorang guru yakni ketepatan, ketertiban, ketulusan dan tanggap,” pungkas Suhono, Sabtu (25/11/2023.

Sementara dalam pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim yang dibacakan Suhono menegaskan semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar. Keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil dicapai bersama dalam empat tahun terakhir.
Pada tahun pertama Merdeka Belajar, menghapus Ujian Nasional dan memberi kepercayaan kepada guru untuk menilai hasil belajar muridnya. “Kita menerapkan Asesmen Nasional agar kita semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi serta karakter murid.Lalu di tahun berikutnya, kita meluncurkan Kurikulum Merdeka. Jika Asesmen Nasional mengukur tujuan perubahan, Kurikulum Merdeka memberikan petunjuk jalan mencapai tujuan itu,” ucapnya.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid.

Ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru juga kini semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar. Jutaan guru di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

“Selanjutnya, terobosan besar kita hadirkan dengan meluncurkan Pendidikan Guru Penggerak. Program ini berbeda dari pelatihan guru yang sudah ada sebelumnya, karena tujuannya untuk mendorong lahirnya generasi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang mampu memimpin perubahan nyata.Terakhir, yang juga sangat membahagiakan adalah kita sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru ASN PPPK guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik,” sambung Suhono.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah penanda kesatuan tekad bersama untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia. “Oleh karena itu, mari kita rayakan hari ini dengan semangat untuk terus melaju ke depan, dengan derap langkah serentak melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” tutupnya.