Berita

Astaga! Ayah dan Anak di Bursel Tewas Gantung Diri

×

Astaga! Ayah dan Anak di Bursel Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bunuh diri. Foto-Ist /TN

TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Seorang ayah dan anak di dusun Kusu-Kusu, desa Wamsisi, kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), ditemukan tewas gantung diri, Jumat (3/11/2023).

1542
Mana Calon Gubernur Papua Barat Daya Pilihan Anda yang Layak?

 www.teropongnews.com sebagai media independen meminta Anda untuk klik siapa calon yang digadang-gadang oleh Anda untuk dipilih dan layak jadi calon Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029,  kemudian klik Vote pada bagian paling bawah ini.

Sang ayah bernisial NT (29) dan anaknya E yang baru berusia 4 tahun ditemukan tergantung dengan leher terlilit tali, di bawah sebuah pohon di kebun milik korban.

Kedua korban nekat memilih mengakhiri hidupnya, karena diduga sudah tak tahan lagi dengan penyakit yang selama ini diderita. Penemuan kedua jasad korban ini, sontak menghebohkan warga di desa setempat.

Kepala Seksi Humas Polres Pulau Buru Ipda Rusman Aufat mengatakan, kedua korban ditemukan saat keluarga mendatangi kebun milik korban.

“Kedua korban ini mereka tinggal di kebun tidak di perkampungan. Mereka ditemukan keluarganya yang datang berkunjung,” kata Rusman saat dihubungi dari Ambon, Senin (6/11/2023).

Saat disinggung mengenai informasi yang menyatakan, jika kedua korban ini tewas karena bunuh diri, Rusman membenarkannya. “Iya keduanya bunuh diri,” sebutnya.

Menurutnya, kedua korban depresi lantaran penyakit yang mereka derita tak kunjung sembuh.

“Dugaan sementara itu karena sakit yang diderita tak kunjung sembuh, dan mereka ini memilih hidup sendiri di kebun,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Buru Selatan, Iptu Yefta Marson Malasa juga mengaku, jika kedua korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, karena tak tahan lagi dengan penyakit yang diderita.

“Informasi dari pihak keluarga kedua korban ini bunuh diri, karena depresi penyakitnya tak kunjung sembuh,” ujarnya.

Polisi yang mendapatkan informasi mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi meminta pihak keluarga agar kedua jasad korban diotopsi namun ditolak. “Keluarga menolak diotopsi,” kata Yefta.